Komentar Menohok Seorang Pakar Tentang Tertembaknya ‘Drone’ AS oleh Iran

0
135

Tehran,LiputanIslam.com—Seorang pakar senior di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR) sekaligus ahli drone menekankan bahwa insiden jatuhnya pesawat nirawak Triton Global Hawk AS oleh Iran adalah peristiwa penting.
“GH (Global Hawk) adalah sistem drone terbesar di dunia. Kita berbicara tentang data hoover yang terbang, diisi dengan peralatan berteknologi tinggi. Ini adalah sistem yang sangat mahal,” ucap Ulrike E Franke, seorang ahli Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Jerman dan UAV / drone pada Kamis kemarin (20/6).
“Tentu saja, kehilangan pesawat tak berawak yang mahal tidak sama dengan kehilangan pilot dari sistem berawak. Tapi ini bukan hanya soal pesawat tak berawak yang hilang dan dapat diabaikan begitu saja oleh AS,” tambahnya.

Franke menambahkan bahwa pesawat tak berawak itu dirancang khusus agar kebal dari berbagai serangan, karena kemampuannya untuk terbang begitu tinggi. “Kehilangan Triton / Global Hawk ini sangat menyakitkan AS. Sebagai seorang sarjana di bidang drone, kejadian ini bisa merusak sistem ekspor Amerika. ” Jelasnya.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis mengungkapkan rincian tentang penembakan pesawat mata-mata AS di dekat Selat Hormuz, menekankan bahwa itu jatuh setelah melanggar wilayah udara Iran di pesisir selatan.

“Pesawat mata-mata Global Hawk lepas landas dari salah satu pangkalan pasukan AS di Selatan Teluk Persia pada pukul 00:14 hari ini dan mematikan semua peralatan Identifikasi (Identifikasi Teman atau Musuh), serta melanjutkan penerbangan dari Selat Hormuz ke Chabahar pelabuhan dalam mode siluman penuh, ” jelas IRGC pasca kejadian.

“Drone mulai mengumpulkan intel dalam operasi mata-mata ketika ia kembali ke bagian barat wilayah dekat Selat Hormuz dan itu melanggar wilayah udara di atas wilayah Republik Islam Iran,” tambahnya.

“Sistem pertahanan udara IRGC Aerospace Force menargetkan dan menghancurkan pesawat musuh yang telah memasuki wilayah udara teritorial Iran pada pukul 04:05 pagi,” kata pernyataan itu.

Sistem pesawat tak berawak Global RQ-4 Global Hawk (UAS) dapat terbang di ketinggian tinggi selama lebih dari 30 jam, mengumpulkan citra real-time suatu objek dataran yang luas dalam semua jenis cuaca. (fd/Fars)

 

DISKUSI: