Komandan Iran Mengaku Sempat Berikan Peringatan Sebelum Menembak ‘Drone’ AS

0
160

Tehran, LiputanIslam. Com—Brigadir Jenderal Qader Rahimzadeh mengatakan pada Jum’at (21/6), bahwa jatuhnya pesawat udara  nirawak militer AS adalah hasil dari sifat “agresif” Washington dan ketidaktahuannya terhadap hak-hak negara lain.

“Dalam banyak kesempatan, pesawat-pesawat Amerika telah menerima peringatan karena melanggar peraturan internasional, melintasi garis perbatasan yang ditentukan, dan memasuki perairan wilayah kita,” katanya.

“Semua peringatan dan rute penerbangan mereka telah dicatat,” tambah komandan itu.

“Ketidakpatuhan Amerika terhadap hukum internasional telah menyebabkan pesawat mereka ditembak jatuh setelah (menerima) beberapa peringatan,” kata Brigadir Jenderal Rahimzadeh.

Baca: Harga Minyak Dunia Naik Pasca Jatuhnya Drone AS oleh Iran

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan pada hari Kamis bahwa sebuah pesawat mata-mata AS yang melanggar wilayah udara teritorial Iran pada jam-jam awal hari itu ditembak jatuh oleh unit pertahanan udara IRGC di provinsi Hormozgan.

Pesawat nirawak yang mengganggu itu dilaporkan telah ditembak menggunakan sistem rudal pertahanan udara Iran “Khordad-3”.

Dalam komentar yang dibuat beberapa jam setelah insiden itu, Komandan IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan penembakan pesawat AS mengandung pesan langsung bahwa setiap entitas asing yang masuk ke wilayah kedaulatan Iran tanpa izin akan mendapat tanggapan yang ‘mengerikan’

“Jatuhnya pesawat  nirawak AS mengandung pesan yang eksplisit, tegas dan jelas bahwa para pembela perbatasan Islam Iran akan menunjukkan reaksi yang menentukan dan melumpuhkan agresi terhadap wilayah ini oleh orang asing,” katanya.

“Perbatasan adalah garis merah kita, dan musuh yang melanggar perbatasan ini tidak akan kembali,” sang komandan menekankan.

Dia juga menjelaskan bahwa Iran tidak mencari perang dengan negara mana pun, tetapi sepenuhnya siap untuk konfrontasi. “Insiden hari ini adalah tanda yang jelas dan mengandung pesan yang begitu tepat.”

Jenderal juga mengingatkan musuh bahwa satu-satunya cara bagi mereka untuk tetap aman adalah dengan menghormati integritas wilayah Iran, keamanan nasional dan kepentingan vital Republik Islam.  (Fd/tasnim)

DISKUSI: