Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Koalisi Baru Lebanon Anti-Terorisme

Published 26/02/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

information branchLiputanIslam.com — Terbentuknya pemerintahan koalisi baru Lebanon yang melibatkan Hizbollah dan kelompok Sunni Al Muqtabal yang selama ini bermusuhan, telah menimbulkan perubahan drastis dalam kebijakan yang bakal dilakukan Pasukan Keamanan Internal “Cabang Informasi”. Pasukan khusus negara yang dikenal sebagai “tangan kanan” Al Mustaqbal ini bakal memerangi kelompok-kelompok teroris terkait Al Qaida.

Demikian informasi yang beredar di kalangan pengambil kebijakan keamanan Lebanon. Perubahan “orientasi” ini telah menjadi kesepakatan antara pemimpin Al Muqtabal yang juga mantan perdana menteri Saad Hariri dan patronnya selama ini, kerajaan Saudi Arabia.

Menurut sumber-sumber terpercaya, alih-alih bekerjasama dengan inteligen Amerika CIA, “Cabang Informasi” kini akan bekerja bahu-membahu dengan tentara Lebanon dan Hizbollah, meski masih ada upaya oleh beberapa pejabat Lebanon untuk mengubah rencana ini.

Sejak tahun 2011 atau sejak meletusnya konflik Suriah, sikap “Cabang Informasi” telah didorong oleh kebijakan yang jelas tentang Suriah yang dapat diringkas sebagai berikut: “Kami tidak akan menghentikan orang dari penyelundupan senjata ke Suriah, kami tidak akan mengganggu siapa pun yang merekrut orang untuk berperang di Suriah, dan kami tidak akan ragu untuk membantu pemberontak Suriah di mana kita harus melakukannya.”

Para diplomat dan pejabat inteligen Barat, menegaskan bahwa mantan kepala “Cabang Informasi” Brigjen Wissam al Hassan yang tewas oleh serangan bom Oktober 2012, terlibat dalam penyelundupan senjata dari Libanon ke Suriah. Ia juga dipercaya aktif membantu pemberontak Suriah di Turki.Memang benar bahwa Amerika Serikat membantu pemberontak Suriah, tetapi menentang upaya mempersenjatai mereka jika senjata berakhir di tangan teroris.

Operasi ini tidak dilanjutkan oleh Kolonel Imad Othman yang menggantikan Hassan setelah pembunuhan dirinya. Tapi dia masih mengikuti jejak pendahulunya dengan mengadakan pertemuan-pertemuan dengan pejabat Barat, khususnya para pejabat AS.

Ketika Hassan dan Othman membahas situasi di Suriah, mereka akan terlibat dalam banyak aksi propaganda. Menurut pejabat Barat: ” Mereka bersedia untuk menyembunyikan banyak fakta tentang kekuatan dan bahaya al Qaeda agar tidak merusak citra pemberontak.”

Dalam hal kegiatan mempersenjatai pemberontak dengan imbalan informasi inteligen Amerika, inteligen Amerika tidak serius memberikan informasinya tentang pergerakan kelompok-kelompok teroris terafiliasi Al Qaida di Lebanon, kepada “Cabang Informasi”. Tidak mengherankan jika penangkapan tokoh-tokoh Al Qaida seperti Shadi al-Malawi, Majed al-Majed, dan Naim Abbas, dilakukan oleh inteligen militer, bukan oleh “Cabang Informasi”.

Menurut berbagai sumber inteligen, alasan Amerika menjauhkan diri dari bekerjasama dengan “Cabang Informasi” adalah karena para pemimpin institusi ini lebih mementingkan orientasi politik pribadinya daripada “memerangi terorisme”.

“Tapi prioritas “Cabang Informasi” telah berubah. Memerangi terorisme telah menjadi prioritas utama mereka,” kata pejabat yang terlibat dengan urusan organisasi tersebut. Ia menambahkan bahwa konsekuensi dari keputusan ini “akan menjadi jelas tapi membutuhkan waktu.”

Tentunya, keputusan ini bukan gagasan dari Kolonel Othman,  melainkan berasal dari Saudi Arabia dan Al Muqtabal.

Menurut sumber-sumber politik yang terlibat dengan pekerjaan “Cabang Informasi”, prioritas utama dalam periode mendatang adalah “kerjasama dengan intelijen militer”. Itulah sebabnya, Menteri Dalam Negeri Nouhad al  Machnouk menyerukan kerja sama untuk menutup, apa dia disebut “penyeberangan kematian” antara Lebanon dan Suriah yang sering digunakan untuk menyelundupkan mobil curian dari Lebanon ke Suriah melalui kota Britel di Bekaa,  sebelum mobil ini kembali ke Lebanon melalui Arsal.

Mobil-mobil seperti itu, selain terlibat dalam aksi pemberontakan di Suriah, juga digunakan dalam aksi-aksi pemboman yang dilakukan kelompok-kelompok teroris terkait Al Qaida.

Sumber-sumber keamanan di Bekaa menyebutkan bahwa operasi-operasi itu sudah tidak lagi berlangsung. Hal ini terjadi karena adanya koordinasi antara militer, “Cabang Informasi” dan Hizbullah, sekaligus menunjukkan bahwa Othman telah diinstruksikan untuk mengatasi hambatan psikologis dan politik yang terkadang menghambat koordinasi dengan partai.

Sumber-sumber inteligen menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan tidak akan dibatasi bagi para pencuri mobil, tapi pasti akan mencakup Kelompok Arsal yang membantu para teroris yang berbasis di Qalamoun untuk melakukan pemboman di Lebanon. Anggota kelompok ini kini harus melarikan diri dari Arsal, atau menghadapi ancaman penjara, atau mati.

Sumber-sumber tersebut juga mengkonfirmasi bahwa Al Mustaqbal telah memberikan perlindungan politik bagi kelompok Arsal untuk pergi.

Sebuah diskusi politik dan keamanan akan berlangsung antara Hizbullah dan Al Muqtabal untuk membuka jalan bagi operasi kontra-terorisme yang menargetkan kelompok-kelompok yang mendukung secara langsung maupun tidak langsung kegiatan terror di Bekaa utara.

Masih ada masalah lain, terkait tidak adanya informasi inteligen dari AS, “yang penting untuk memerangi terorisme”, demikian keterangan sumber tersebut. Maka kini, menurut keterangan seorang pejabat keamanan Lebanon, sebuah diskusi serius sedang berlangsung antara pejabat Lebanon dan AS untuk membujuk CIA mengubah sikapnya selama ini.(ca/al akhbar)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account