Kiai Said: Sebagai Manusia, Harus Berani Sampaikan Kebenaran

0
182

Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa tugas manusia di dunia ini tidak ringan. Sejak awal tidak ada makhluk Allah Swt selain manusia yang sanggup menerima amanat dari Allah untuk membangun peradaban. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita harus berani menyampaikan kebenaran.

Demikian hal itu disampaikan Kiai Said pada saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka 2019 yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di Rivoli Hotel Jakarta, Jakarta Pusat, pada Jumat (30/8).

“Manusia inilah satu-satunya makhluk Allah yang menerima mandat dari Allah agar membangun peradaban, membangun kehidupan yang baik di muka bumi ini,” katanya.

Sebagai pengemban amanat, kita harus berani mengatakan kebenaran dan menolak kezaliman. “Berani mengatakan ‘iya’ terhadap kebenaran, walaupun orang lain diam, oramg lain takut, orang lain ragu. Mampu berani mengatakan ‘tidak, la, no’ terhadap kezaliman, kebatilan, walaupun orang lain takut, ragu-ragu,” ucapnya.

Keteguhan dan keberanian menyampaikan kebenaran telah dicontohkan pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang menolak dengan tegas melakukan seikerei, yakni sebuah penghormatan terhadap Kaisar Hirohito dan ketaatan pada Dewa Matahari (Amaterasu Omikami). Walaupun mengalami siksaan berat, tetapi Kiai Hasyim tetap teguh menolak seikerei.

“Walhasil itu salah satu bagaimana Kiai Hasyim Ashari menerima amanat yang dulu amanat itu ditolak oleh langit dan bumi betapa beratnya amanat itu,” terangnya.

Baca: KH Said Aqil Siroj: Nasionalisme Bagian Dari Iman

Begitu juga dengan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU, Kiai Said berpesan agar terus menyuarakan kalimat kebenaran. “Pramuka Harus begini, harus kalimatul haq sampai kapan pun,” tandasnya. (aw/NU/radarbangsa).

 

DISKUSI: