Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ketua PBNU: Pelaku Kejahatan Narkoba Layak Dihukum Mati

Published 10/12/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

kh-said-aqilJakarta, LiputanIslam.com – Keputusan Presiden Joko Widodo untuk menolak memberikan grasi kepada 64 terpidana kasus narkotika, menuai apresiasi dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Menurut dia, pelaku kejahatan narkotika layak untuk dihukum mati.

“Saya dukung apa yang dilakukan Pak Jokowi, hukuman mati pantas diterapkan kepada para pengedar narkoba yang telah merusak bangsa,” jelas dia.

“Seperti dikatakan dalam Alquran, barang siapa melakukan kejahatan yang mengakibatkan rusaknya peradaban manusia, menghancurkan Indonesia, hukumannya adalah dibunuh, disalib, dipotong dua tangan dan kakinya, atau diasingkan,” tambahnya.

Dari laporan detik.com, lebih lanjut dijelaskan, dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghozali mengkategorikan manusia dalam empat tingkatan.

Pertama adalah ‘ashin, yaitu pelaku kejahatan karena pengaruh atau ajakan orang lain, yang karena kejahatannya dihukum peringatan. Keduaadalah murtakib, yaitu pelaku kejahatan yang meski sudah mendapatkan peringatan kembali melakukannya di lain waktu dan layak diperingatkan secara tegas. Sedangkan tingkatan manusia ketiga adalah fasiq, yang karena kejahatannya layak mendapatkan hukuman.

“Dan keempat adalah syirrir. Yang masuk kategori ini seperti pengedar narkoba, bandar, bahkan pemilik pabriknya. Ini harus dihukum seberat-beratnya,” imbuh Said.

Professor dalam bidang tasawuf ini setuju diberlakukan hukuman mati meski langkah itu juga diprotes sebagian kalangan karena dianggap melanggar HAM. Ia menilai, pengedar dan bandar narkoba terlebih dahulu melanggar HAM, karena mengakibatkan dampak buruk bagi generasi muda bangsa.

“Mereka (pengedar, bandar, dan pemilik pabrik narkoba) sudah terlebih dahulu melanggar HAM, dan tidak ada yang memprotesnya,” ucap Said.

 Narkotika Rugikan Negara 48 Triliun

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar menyebutkan, masalah narkotika sudah menjadi isu global sehingga harus dicegah masuk ke ASEAN, terutama Indonesia. Dalam pemaparannya, Anang mengatakan bahwa kerugian dari bisnis narkotika yang harus diderita negara-negara di ASEAN kurang lebih Rp 100 triliun. Bahkan, lanjut Anang, di Indonesia, bisnis narkotika merugikan negara cukup besar, yaitu mencapai Rp 48 triliun.

“Masalah narkoba, sekali lagi, masalah yang menjadi komitmen semua negara ASEAN karena kerugian dari seluruh ASEAN kurang lebih Rp 100 triliun dan separuh dari itu, kurang lebih Rp 48 triliun adalah kerugian Indonesia akibat bisnis narkoba,” kata Anang di Jakarta, Rabu, 3 Desember 2014 seperti dilansir jurnalpatrolinews.com.

Oleh karena itu, Anang menegaskan perlunya kerja sama negara-negara di ASEAN untuk menyelesaikan masalah narkotika.

“Kerugian yang terbanyak adalah Indonesia, ini disebabkan karena prevalensi penyalahguna narkotika di Indonesia juga paling besar di antara negara-negara di ASEAN. Ini yang akan kita bahas. Kita diskusikan dengan teman-teman di ASEAN,” kata dia. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account