Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ketika  COVID-19 Menyerang Ratusan Bangsawan Saudi dan Hentikan Perang Yaman

Published 09/04/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Momok virus corona (COVID-19 ) semakin merajalela di Arab Saudi sehingga sedikitnya 150 anggota keluarga kerajaan ini terinfeksi, dan lalu Riyadh terpaksa berupaya mengakhiri serangannya yang sudah berlangsung lima tahun untuk menebar kehancuran di Yaman.

Ketika COVID-19 kian merebak dan menyerang anggota keluarga kerajaan Saudi, para penguasa Kerajaan Rabu 8 April 2020 melalui pasukan koalisi Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) menangguhkan serangannya ke Yaman.

Seperti telah diberitakan, gencatan senjata sepihak itu dicanangkan mulai berlaku per Kamis 9 April pukul 12.00 waktu Saudi, dan akan berlangsung setidaknya dua minggu.

Baca: Koalisi Saudi-UEA Umumkan Gencatan Senjata Sementara di Yaman

Anggota senior keluarga kerajaan, termasuk Raja Salman bin Abdulaziz sendiri yang berusia 84 tahun, dan penguasa yang de facto, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, telah mengisolasi diri di sebuah pulau di lepas pantai Jeddah di Laut Merah.

Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud, gubernur Riyadh yang merupakan keponakan raja, terserang penyakit ini dan dirawat intensif, menurut laporan The New York Times yang mengutip keterangan dua dokter “yang memiliki ikatan” dengan Rumah Sakit King Faisal dan dua sumber lain yang dekat dengan keluarga kerajaan.

Secara keseluruhan, 150 anggota keluarga yang berkuasa dilaporkan telah terinfeksi COVID-19. Pemerintah Saudi secara resmi menyatakan akan mengakhiri perang karena khawatir virus itu dapat menyebar di Yaman, negara yang sejauh ini belum melaporkan adanya kasus infeksi meski sangat rentan penyakit akibat perang.

Pihak-pihak yang bergabung dalam gencatan senjata itu adalah negara-negara koalisi yang dipimpin Saudi serta pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang berada Riyadh,  ibukota Saudi.

Koalisi itu dalam sebuah pernyataannya menyebutkan, “Dalam rangka mengadakan dan menyukseskan upaya utusan PBB untuk Yaman dan demi meringankan penderitaan saudara-saudara Yaman serta bekerja menghadapi pandemi corona dan mencegah penyebarannya, koalisi ini mengumumkan gencatan senjata yang komprehensif untuk periode dua minggu, dimulai pada hari Kamis. ”

Di pihak lain, Mohammed Ali al-Houthi, seorang pejabat tinggi gerakan Ansarullah (Houthi) yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, di halaman Twitter-nya, Rabu, menyebutkan gagasan yang terdiri atas delapan halaman untuk menyudahi perang.

Gencatan senjata sepihak ini menyetop invasi militer lima tahun yang dilancarkan secara kejam oleh negara terkaya di Timur Tengah dan para sekutunya terhadap negara jirannya yang termiskin. Invasi itu dimulai pada 26 Maret 2015, tepat ketika PBB hampir menengahi kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian politik, seperti yang dikatakan utusan PBB untuk Yaman pada saat itu.

Martin Griffiths, utusan PBB untuk Yaman saat ini, dalam sebuah pernyataan mengimbau semua pihak yang bertikai agar menghentikan perang.

“Semua pihak sekarang harus memanfaatkan kesempatan ini dan segera menghentikan semua permusuhan dengan sangat mendesak,” pintanya.

BBC melaporkan bahwa kedua pihak akan berkomunikasi dalam konferensi video untuk membahas gencatan senjata. “Proposal itu menyerukan penghentian semua permusuhan udara, darat dan laut,” kata penyiar lembaga penyiaran nasional Inggris itu.

Belum ada reaksi dari AS, negara yang getol menyokong perang Saudi terhadap Yaman dengan bantuan logistik dan material.

Konflik di manapun memang sudah seharusnya dihentikan, terlebih ketika Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan gencatan senjata global sembari menyatakan bahwa sekitar 70 negara telah menandatangani seruan ini.

Dan Arab Saudi lantas muncul pada hari Rabu untuk bergabung dengan daftar negara penandatangan itu bersamaan dengan tersiarnya laporan terjangkitnya 150 anggota keluarga Kerajaan Saudi oleh COVID-19.

Wabah ini memang menjadi malapetaka bagi dunia, tapi di sisi tertentu menjadi berkah bagi bangsa yang sudah lima tahun dihujani bom kekuatan-kekuatan dominan global tanpa ada kepedulian dan perlindungan yang memadai dari masyarakat dunia.  Yaman yang sejauh ini belum dilaporkan terjangkit wabah ini seakan membawa pesan teguran dari langit kepada umat manusia yang tampak semakin jauh dari norma kemanusiaan. (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account