Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ketika Covid-19 Melumpuhkan Visi 2030 Saudi

Published 01/04/2020 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Covid-19 telah memanggang hampir seluruh belahan dunia. Pandemi ini betul-betul mengubah wajah dunia dan menyisakan pertanyaan besar terkait dengan situasi yang tercipta pasca pandemi. Pertanyaan yang sama juga tertuju kepada Arab Saudi sebagai negara tempat dua kota suci ummat Islam. Apa yang sedang di Arab Saudi dan bagaimana nasib negara ini setelah badai virus berlalu?

Setelah naiknya Mohammad bin Salman sebagai putera mahkota tahun 2016 lalu, Arab Saudi kelihatan melakukan banyak sekali pergerakan politik ekonomi berskala internasional. Selain menggelar perang Yaman dan meneruskan dukungan kepada kelompok Islam radikal yang mengacak-acak Suriah, Arab Saudi juga menggelar proposal ekonomi yang mereka sebut Visi 2030. Tujuan utama yang dikejar oleh Visi 2030 adalah menjadikan Arab Saudi di tahun 2030 sebagai pusat perekonomian kawasan Timur Tengah serta memutus kebergantungan ekonomi Saudi dari minyak dan gas. Target yang kedua ini memang mau tak mau harus dikejar Saudi, mengingat cadangan migas mereka yang semakin habis, dan semakin beralihnya warga dunia kepada sumber energi alternatif.

Dalam konteks inilah Mohammad bin Salman menggelar berbagai reformasi di bidang politik, ekonomi, dan bahkan budaya. Arab Saudi dilaporkan semakin liberal. Bioskop, klub malam, dan konser sudah mulai diizinkan. Di sisi lain, sejumlah subsidi dicabut dan pajak dinaikkan. Beberapa pangeran yang ditengarai menjadi rival politik disingkirkan, dan sebagiannya dijebloskan ke dalam penjara.

Secara ekonomi, Saudi jelas butuh modal besar untuk mewujudkan Visi 2030 itu. Maka, mereka pun mengundang para investor besar dunia. Tapi, hambatan besar pertama muncul manakala Mohammad bin Salman terjerat skandal pembunuhan jurnalis Jamal Khassoghi, yang membuat para investor mengkhawatirkan keamanan investasi mereka. Secara umum, bisa dikatakan bahwa tak begitu banyak investasi yang masuk ke Arab Saudi.

Arab Saudi juga sangat mengandalkan penjualan minyak. 60 juta dolar per barrel adalah harga minimal yang mereka tetapkan agar laba dari penjualan minyak ini bisa dipakai untuk membiayai berbagai program ekonomi dalam konteks mewujudkan Visi 2030. Tapi, ternyata harga minyak malah menukik tajam ke angka 30 dolar per barrel, gara-gara perang harga minyak Saudi dengan Rusia. Memang benar bahwa dengan harga 30 dolar, Arab Saudi masih punya margin keuntungan, karena biasa produksi mereka hanya 20 dolar per barrel. Akan tetapi, dihubungkan dengan Visi 2030, harga itu adalah pukulan yang sangat telak.

Di saat harga minyak anjlok, muncullah Covid-19 yang melumpuhkan transportasi dunia. Berbagai negara melakukan penutupan wilayah, dan itu artinya banyak pesawat yang tak beroperasi. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, Arab Saudi saat ini dihadapkan kepada persoalan besar penjualan minyak mereka. Sudahlah harganya murah, pembelinya juga jauh berkurang. Maka, makin suramlah nasib Visi 2030.

Masih terkait dengan pengumpulan modal dari sektor migas, Arab Saudi juga melakukan strategi penjualan saham kilang minyak terbesarnya: ARAMCO. Mula-mula, Saudi menetapkan angka 2 trilyun dolar untuk keseluruhan saham ARAMCO (lima kali lipat nilai perusahaan raksasa Exxon Mobile). Artinya, cukup dengan menjual 5%, Saudi berharap mendapatkan dana segar sebesar 100 milyar dolar. Tapi langkah inipun gagal. Tak ada yang mau membeli saham semahal itu.

Titik lain yang sangat diharapkan oleh Saudi sebagai modal untuk menopang Visi 2030 adalah pemasukan dari sektor pariwisata, yaitu dari sektor penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Sebagai penguasa Al-Haramain Asy-Syarifain (Masjidul Haram dan Masjid Nabawi), tiap tahun Arab Saudi menerima kunjungan rata-rata 20 juta peziarah dari seluruh dunia. Selama musim haji saja, Saudi menerbitkan visa bagi lebih dari 2,5 juta calon haji.

Dalam konteks Visi 2030, Saudi mencanangkan jumlah peziarah naik menjadi 30 juta per tahun. Lagi-lagi, virus Korona membuat rencana Saudi ini menjadi berantakan. Jangankan menaikkan jumlah peziarah, untuk mempertahankannya pun Saudi dibuat kelimpungan. Sejak sebulan lalu, hingga batas waktu yang entah sampai kapan, Saudi menutup diri dari mereka yang mau melakukan ibadah umrah. Padahal, masa-masa menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri adalah puncak kedatangan para peziarah yang hendak melakukan ibadah umrah.

Bukan hanya ibadah umrah di bulan Ramadhan yang kemungkinan besar tak bisa dilaksanakan, bahkan ibadah haji pun terancam tak bisa digelar, kalau pandemi COVID-19 ini belum juga mereda. Jika itu yang terjadi, pukulan bagi Saudi dalam konteks perwujudan Visi 2030 semakin terasa bertubi-tubi.

Begitulah situasi yang dihadapi Arab Saudi di saat ini di tengah-tengah pandemi yang mematikan. Sebagaimana juga yang bisa kita saksikan pada negara-negara Barat yang merupakan sekutu dekat, masa depan Arab Saudi pun diselubungi kabut ketidakpastian. (os/alwaght)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account