Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyarankan agar pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.

Hal tersebut dilakukan agar target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen seperti yang tertuang dalam RAPBN 2020 bisa tercapai.

“Apalagi ruang fiskal tahun depan ditargetkan masih jauh di level batas aman defisit anggaran,” kata Yusuf, Senin (23/9).

Baca: Ada Pelemahan Ekonomi Global, Indonesia Harus Waspadai Resesi

Menurut dia, pemerintah harus lebih memanfaatkan ruang fiskal yang ada, apabila dengan adanya tren suku bunga yang rendah.

“Dengan demikian tanggung jawab politik pemerintah terkait defisit anggaran ke DPR dan masyarakat menjadi lebih loose,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap optimis pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga dengan adanya pembangunan infrastruktur.

Sri Mulyani mengatakan, berkat penandatangan tiga perjanjian pembangunan jalan tol Semarang-Demak, perekonomia Indonesia diharapkan bisa terkerek naik.

“Dengan tersambungnya jalan tol ini, kita berharap perekonomian akan terus meningkat dan berdenyut dengan lebih keras lagi,” kata dia, Senin (23/9).

Meski begitu, kata dia, ekonomi Indonesia masih perlu dijaga sebab situasi global dan regional masih belum pasti. Saat ini banyak negara yang sudah masuk dalam zona resesi dan mengalami perlambatan ekonomi.

“Artinya investasi harus tinggi. Dan investasi itu hanya akan terjadi di daerah yang memiliki infrastruktur yang baik dan daya beli terjaga dan ekonominya stabil,” ungkapnya. (sh/kontan/ekonomi.bisnis)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*