Kementan Klaim Produksi Cabai Surplus, Tapi Harga Cabai Masih Mahal

0
138

Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai tingginya harga cabai di pasaran karena kekurangan pasokan. Hal ini berdasarkan pemantauan harga cabai dari H-60 sampai H+5 Lebaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti mengatakan, panen di beberapa sentra produksi cabai belum bisa memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.

“Saya duga ada kekurangan pasokan. Tapi yang lain secara umum aman. Mungkin sudah panen di beberapa tempat hanya belum bisa memenuhi. Distribusinya kita lihat, karena apa nih. Masa enggak ada bencana alam kok bisa. Jadi belum bisa memenuhi kebutuhan secara keseluruhan,” kata dia, Rabu (12/6).

Baca: Pasokan Minim, Harga Cabai Mahal

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat, harga cabai merah besar rerata nasional pada 12 Mei 2019 sebesar Rp 49.400 per kilogram (kg), cabai merah keriting sebesar Rp 47.300 per kg, cabai rawit merah sebesar Rp 39.950 per kg, dan cabai rawit hijau berada sebesar Rp 40.600 per kg.

Sementara itu, Direktur Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengklaim produksi cabai saat ini mengalami surplus dan proses panen masih berlanjut.

“Sekarang sudah surplus dan harga di petani justru rendah,” ujarnya. Rabu (12/6).

Dia menyebutkan, dari sejumlah sentra panen cabai, produksi untuk cabai rawit berjumlah 101.759 ton dan cabai merah sebesar 115.357 ton. Menurutnya, produksi cabai dengan berlangsungnya panen raya di sejumlah wilayah dapat mengimbangi kebutuhan konsumsi.

Terkait harga cabai, dia menyampaikan, terjadi disparitas harga yang tinggi meskipun terdapat panen di sejumlah wilayah. (sh/republika/liputan6)

 

DISKUSI: