Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Keluarga Korban Kecelakaan MH17 Asal Jerman Tuntut Ukraina

Published 01/12/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

mh17 bangkaiBerlin, LiputanIslam.com — Seorang ibu dari korban kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 mengajukan tuntutan hukum terhadap pemerintah Ukraina di Pengadilan HAM Eropa. Ia menuntut ganti rugi sebesar $1 juta atau sekitar Rp 12 miliar.

Russia Today melansir dengan mengutip laporan media Jerman Bild am Sonntag, Minggu (30/11), wanita Jerman yang disebut dengan inisial “Olga L.”, telah mengajukan tuntutan itu minggu lalu.

Wanita tersebut menuduh otoritas Ukraina teledor dengan membiarkan wilayah udaranya dilalui oleh pesawat-pesawat penerbangan sipil pada saat terjadi konflik bersenjata. Ia menyebut, pemerintah Ukraina melakukan hal ini karena tidak ingin kehilangan tagihan biaya penerbangan. Menurut Bild, pada saat yang hampir bersamaan dengan saat terjadinya kecelakaan, terdapat 700 penerbangan melintasi Ukraina, memberikan pendapatan bulanan yang nilainya mencapai jutaan dollar.

Tuntutan wanita tersebut disusun oleh Elmar Giemulla, seorang pakar hukum penerbangan. Giemulla juga mewakili beberapa keluarga korban lainnya yang pada September lalu mengumumkan rencana pengajuan tuntutan hukum kepada pemerintah Ukraina.

“Setiap negara bertanggungjawab atas keamanan penerbangan di wilayahnya. Jika mereka tidak bisa menjamin keamanan wilayahnya, mereka harus menutupnya. Dan karena hal ini tidak terjadi di Ukraina, maka pemerintah Ukraina bertanggungjawab atas bencana ini,” kata Giemulla.

Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 tertembak jatuh dalam penerbangan antara Amsterdam ke Kuala Lumpur di Ukraina timur tanggal 17 Juli. Empat warga Jerman tewas di antara 298 korban musibah ini.

Sebuah laporan awal penyelidikan musibah ini yang dirilis September lalu menyebutkan MH17 jatuh akibat hantaman beberapa benda berkecepatan tinggi, tanpa bisa menjelaskan indikasi benda-benda itu. Tidak hanya itu Tim Penyelidik Internasional yang dipimpin Belanda, tidak bersedia menjelaskan adanya kesepakatan internal antar negara-negara anggota tim penyelidik yang terdiri dari Belanda, Belgia, Australia dan Ukraina.

Dalam perjanjian internal itu disebutkan bahwa jika salah satu anggota tidak ingin informasi yang diperoleh dibuka ke publik, maka informasi itu tetap akan dirahasiakan.

Ukraina adalah negara yang menjadi salah satu terduga pelaku penembakan pesawat tersebut berdasarkan banyak bukti-bukti yang sudah beredar luas di masyarakat. Adanya perjanjian rahasia itu mengakibatkan kredibilitas penyelidikan menjadi pertanyaan.

Rusia telah mendesak PBB untuk membentuk tim pengawas atas penyelidikan tersebut.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account