Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Kebijakan Anti-Syiah Tuan Gubernur

Published 24/04/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

aherBandung, LiputanIslam.com–Deklarasi Nasional Anti-Syiah yang digagas oleh ormas-ormas intoleran terus menuai kecaman. Setelah IJABI, Komnas HAM, PBNU, menyampaikan kritikan mereka, editorial Tempo pun secara khusus menulis masalah ini. Tempo menyinggung posisi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, yang justru mendukung acara ini. Dalam UU no 33/2004 tentang Pemerintah Daerah dicantumkan bahwa hak dan kewajiban pemerintah daerah adalah melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan masyarakat, memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta melaksanakan kehidupan demokrasi. Sikap Aher dalam deklarasi ini mengindikasikan adanya pelanggaran atas UU tersebut. Berikut ini selengkapnya editorial Tempo:

Pernyataan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang mendukung deklarasi gerakan anti-Syiah merupakan blunder besar. Sikap itu bisa menjadi bom waktu yang bisa menyulut tindakan kekerasan yang luas. Tindakan tersebut tak bisa ditenggang. Sebagai kepala daerah, Ahmad Heryawan semestinya menjamin hak asasi seluruh warganya, termasuk hak untuk memilih keyakinan.

Yang dilakukan Ahmad Heryawan sungguh tak bisa diterima akal sehat. Senin lalu, dia memang urung hadir dalam acara deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah di Masjid Al-Fajr, Cijagra, Bandung. Namun Aher–panggilan Ahmad Heryawan–mengirim utusannya, Asisten Kesra Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Ahmad Hadadi, Aher menyatakan, “Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan kepada seluruh umat Islam yang senantiasa memelihara nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai keislaman, sehingga nilai-nilai itu tidak ternodai dengan ajaran-ajaran sesat.”

Ajaran sesat menurut siapa? Soal hak asasi berkeyakinan dan jaminan perlindungan terhadap kaum minoritas, semestinya Ahmad Heryawan sudah mafhum. Konstitusi Pasal 28E ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 jelas menyatakan bahwa kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut agamanya merupakan hak yang dijamin oleh negara. Namun, anehnya, Ahmad Heryawan justru menentang hal itu.

Boleh saja secara pribadi Ahmad Heryawan tak sepaham dengan Syiah, namun sebagai kepala daerah seharusnya ia menjalankan tugas melindungi seluruh warganya tanpa kecuali. Yang harus dilindungi negara bukan hanya kelompok mayoritas. Kelompok minoritas, yang justru membutuhkan perlindungan, malah tak diayomi, bahkan dibiarkan jadi obyek tindak kekerasan. Pola pikir seperti itu hanya akan mengekalkan tirani mayoritas. Itulah yang terjadi selama ini. Kelompok yang berkeyakinan berbeda, seperti Ahmadiyah dan Syiah, kerap dizalimi, dan aparatur negara tak melindungi mereka.

Gubernur Jawa Barat harus mencabut pernyataannya itu. Tindakan tersebut telah mengkhianati rakyat dan konstitusi. Dia seharusnya sadar, dukungan seperti itu bisa berdampak fatal. Pengusiran warga Syiah dari Dusun Nangkernang, Sampang, telah menjadi buktinya. Diamnya pemerintah dianggap sebagai dukungan terhadap tindak kekerasan atas warga Syiah. Rumah mereka dibakar, warga diusir bak pesakitan selama berbulan-bulan, jatah makan dan akses air bersih bagi ratusan orang dibatasi. Laporan empat lembaga negara–Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban–Agustus tahun lalu sampai menyatakan bahwa penindasan atas kelompok Syiah ini bisa mengarah ke genosida.

Keputusan Ahmad Heryawan ini bisa mengirim sinyal mengkhawatirkan: negara sekali lagi sudah tak mampu memberikan perlindungan terhadap kelompok minoritas. Negara tunduk kepada desakan segerombolan orang yang tidak paham makna toleransi dan punya nafsu mengebiri hak asasi manusia. (dw/tempo.co.id)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account