Kasus Penyelundupan Kendaraan Mewah Meningkat

0
206

Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan kasus penyelundupan kendaraan mewah di Indonesia meningkat drastis.

Menkeu mengatakan, meningkatnya kasus penyelundupan tersebut disinyalir karena ada permintaan yang tinggi. Sebab, pada tahun ini, jumlahnya meningkat sangat tajam.

“Kalau dilihat dari 2019 itu meningkat luar biasa besar jadi mungkin permintaanya tinggi sekali sehingga upaya penyelundupannya meningkat,” kata dia, Selasa (17/12).

Baca: Di Tengah Kebijakan Proteksionis Ekspor Mobil Naik Jadi 275.364 Unit

Dia menyebutkan, terdapat 57 kasus penyelundupan mobil dan 10 kasus penyelundupan sepeda motor pada 2019. Sedangkan pada 2018, hanya ada 5 kasus penyelundupan mobil dan 8 kasus penyelundupan sepeda motor.

Dia melanjutkan, pemerintah pada 2018 telah berhasil mengamankan 7 unit mobil dengan total nilai barang Rp 3,07 miliar dan 127 unit motor dengan total nilai barang Rp 2,43 miliar. Sementara pada 2019, terdapat 56 unit mobil yang disita dengan nilai Rp 312,92 miliar dan 2.693 unit sepeda motor dengan nilai Rp 10.83 miliar.

Dalam skala nasional, kerugian yang ditanggung negara akibat kasus penyelundupan pada 2019 diperkirakan mencapai Rp 647,5 miliar.

“Sehingga kerugian negara totalnya dua kali lipat di atas harga asli tersebut,” ujarnya.

Besaran dua kali lipat dihitung dari potensi perpajakannya baik dari bea masuk maupun pajak impor yang dikali dua. Secara rinci, bea masuk sebesar 40 hingga 50 persen, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 125 persen, Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 2,5 persen hingga 7,5 persen dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. (sh/kompas/republika)

 

 

 

DISKUSI: