Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Kampung-Kampung Tenda Didirikan untuk Menampung Korban Gempa Nepal

Published 27/04/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

kampung tendaKathmandu, LiputanIslam.com — Kampung-kampung  tenda telah didirikan di berbagai tempat di Nepal untuk menampung korban gempa, baik yang terluka maupun yang selamat. Sejauh ini korban tewas telah mencapai 2.500 orang dan diperkirakan angkanya akan terus bertambah.

Seperti dilaporkan BBC News, Senin (27/4), banyak warga ibukota Kathmandu,  yang selamat dari gempa menghabiskan malam keduanya di bawah tenda, Minggu malam. Mereka takut untuk kembali ke rumahnya, terutama setelah terjadinya gempa susulan cukup hebat pada hari Minggu.

Upacara kremasi atau pembakaran mayat mulai dilakukan di berbagai tempat pada hari Minggu, atau sehari setelah gempa hebat berkekuatan 7,8 skala Ritcher mengguncang negeri di kaki Pegunungan Himalaya ini.

Setidaknya 17 orang pendaki Gunung Mount Everest tewas akibat tertimpa longsoran salju yang terpicu oleh gempa. Tim pencari masih berusaha mengevakuasi puluhan pendaki lainnya yang masih terjebak salju. Begitupun juga tim pencari terus berusaha mengeluarkan korban gempa di balik reruntuhan di Kathmandu, mingga Minggu malam.

Sementara itu korban dikhawatirkan akan terus bertambah mengingat banyak wilayah terpencil yang belum diketahui nasibnya akibat terputusnya jalur transportasi dan komunikasi.

Para ahli menilai gempa kali ini adalah yang terhebat di Nepal selama 80 tahun terakhir.

“Desa-desa yang terpencil itu secara rutin terkena dampak tanah longsor dan tidak aneh jika seluruh desa dengan 200, 300 atau bahkan 1.000 penduduk seluruhnya terkubur di dalam tanah,” kata jubir kelompok World Vision, Matt Darvas kepada BBC.

Setelah gempa utama yang terjadi di Nepal tengah antara kota Kathmandu dan Pokhara, hari Sabtu, pada hari Minggu sebuah gempa susulan berkekuatan 6,7 skala Ricther muncul kembali dengan titik pusatnya 60 km di sebelah timur Kathmandu. Gempa susulan ini semakin menambah kerusakan dan kemungkinan besar juga korban jiwa yang belum terselamatkan pada gempa pertama.

Orang-orang menggunakan berbagai tempat terbuka untuk menghabiskan malamnya, termasuk halaman sekolah dan jalanan. Sementara klinik dan rumah sakit kehabisan ruangan untuk menampung korban dan terpaksa mereka dirawat di luar.

Para pengamat menyebut bahwa masalah utama yang dihadapi Nepal adalah operasi pemberian bantuan, daripada operasi penyelamatan, meski yang terakhir ini masih tetap dilakukan dengan intensif.

Sementara itu bantuan dari berbagai negara terus berdatangan baik dalam bentuk tim tim pencari, tim penolong maupun bantuan logistik.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account