Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Jerman Selidiki Kasus Baru Mata-Mata AS

Published 10/07/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Spying on journalists2Berlin, LiputanIslam.com — Para penyidik Jerman melakukan penggeledahan di rumah seorang pegawai kementrian pertahanan yang diduga melakukan tindakan mata-mata untuk AS. Ini adalah kasus kedua sejenis dalam seminggu terakhir.

Kantor media BBC melaporkan, Rabu petang (9/7), selain rumah tersangka, kantor tempat bekerjanya pun tidak luput dari pemeriksaan aparat penyidik di Karlsruhe. Namun belum ada laporan tentang penangkapan tersangka.

Sebelumnya di awal bulan Juli, seorang pegawai dinas inteligen Jerman (BND) telah ditangkap setelah diketahui menyelundupkan data-data inteligen ke inteligen AS. Pada hari Senin (7/7), AS berjanji akan bekerjasama dengan penyidik AS menyelesaikan kasus ini. AS tidak membantah adanya tindakan mata-mata yang melibatkan aparatnya di Jerman.

Media-media massa Jerman menyebutkan bahwa penyidikan terakhir ini lebih serius daripada kasus sebelumnya yang menimpa seorang anggota BND.

Kementrian pertahanan Jerman mengatakan bahwa penyidikan kini tengah berlangsung, namun tidak memberikan keterangan lebih mendetil.

Pada bulan Oktober 2013 kanselir Jerman Angela Merkel menelpon Presiden AS Barack Obama setelah munculnya laporan bahwa AS telah menyadap ponselnya. Juni 2014 Jerman mengumumkan dilakukannya penyelidikan atas kasus penyadapan ponsel Angela Markel. Selanjutnya pada tanggal 4 Jul 2014 seorang pegawai BND ditangkap karena dugaan melakukan tindakan mata-mata untuk AS.

Dubes AS untuk Jerman John Emerson telah dipanggil Menlu Jerman untuk memberikan keterangannya mengenai kedua kasus terakhir ini.

Penyidik Jerman memang belum menyebutkan negara asing yang diduga terlibat dalam aksi mata-mata, namun media-media massa Jerman secara gamblang menyebutnya sebagai kasus “mata-mata AS”.

Baik Kedubes AS di Jerman maupun kementrian luar negeri AS belum memberikan pernyataan tentang kasus terakhir ini. Namun pada hari Rabu (9/7) Dubes John Emerson kembali mendatangi kantor kemenlu Jerman untuk bertemu Menlu Stephan Steinlein, 5 hari setelah sebelumnya ia melakukan hal yang sama.

Media Jerman Die Welt melaporkan bahwa tersangka kasus terakhir adalah seorang anggota militer Jerman. Sementara German TV menyebutkan kasus terakhir tidak terkait dengan kasus sebelumnya.

Kanselir Angela Merkel hari Senin (7/7) mengatakan bahwa jika benar kasus kegiatan mata-mata AS, hal itu merupakan pelanggaran nyata dari kerjasama saling percaya antara Jerman dan AS. Kedua negara yang merupakan anggota kuat aliansi NATO telah menjalin hubungan dekat selama beberapa dekade, namun aksi-aksi mata-mata dan penyadapan tersebut membuat hubungan itu berada di titik terendah saat ini.

Kasus mata-mata AS di Jerman pertama kali terbongkar atas pengakuan mantan pegawai National Securicy Agency AS, Edward Snowden, yang kini berada di Rusia.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account