Jenderal IDF: Kami Mempersenjatai Ekstrimis Anti-Pemerintah Suriah

0
80

(AP Photo/Ariel Schalit)

Tel Aviv, LiputanIslam.com— Letnan Jenderal Israel Gadi Eisenkot untuk pertama kalinya mengakui bahwa IDF mempersenjatai kelompok ekstrimis anti-pemerintah di selatan Suriah selatan dengan senjata ringan.

Langkah ini dilakukan dalam rangka melawan Iran dan untuk memutus ‘bulan sabit Syiah’ [aliansi negara-negara yang sebagian penduduknya bermazhab Syiah] karena Israel mengidentifikasi Suriah sebagai titik lemah dalam aliansi tersebut.

Bantuan Israel kepada kelompok-kelompok berideologi ekstremis di Suriah merupakan hal yang sudah berkali-kali disampaikan oleh sejumlah pengamat. Namun, gagasan ini seringkali dicemooh sebagai “teori konspirasi”. Pernyataan Eisenkot telah mengkonfirmasikan kecurigaan tersebut.

Gagasan ini muncul ketika Israel ditemukan membawa para teroris Jabhat al Nusra yang terluka ke rumah sakit Israel di bawah Operasi Good Neighbor. Jabhat al Nusra merupakan salah satu afiliasi utama kelompok al-Qaeda di Suriah.

Israel diketahui menyuplai lebih dari 3 juta pound makanan, lebih dari setengah juta pound baju, seperempat juta galon bensin, 21 generator elektrik, dan hampir 25.000 kotak suplai medis.

Israel juga membayar gaji bagi anggota Fursan al-Joulan, kelompok ekstrimis yang dipersenjatai oleh AS dan Arab Saudi serta dilatih dan didanai oleh Qatar. 400 anggota  Fursan al-Joulan dibayar  $5.000 perbulan oleh Tel Aviv.

“Israel berdiri di pihak kami dengan cara yang heroik,” kata jubir Joulan, Moatasem al-Golani, pada 2017 lalu. “Kami tidak akan mungkin bertahan tanpa bantuan Israel.” (ra/mintpress)

 

DISKUSI: