Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Jalan Terjal Masih Menunggu Iran

Published 23/04/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

ayatollah khameneiLiputanIslam.com — Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, hari Minggu (19/4), memerintahkan militer Iran untuk meningkatkan kesiap-siagaannya menghadapi kemungkinan konfrontasi dengan musuh-musuh Iran.

“Seluruh badan-badan di bawah kementrian pertahanan dan militer serta Sepah (Pasukan Pengawal Revolusi) harus meningkatkan kesiapan militer dan pertahanan. Ini harus dianggap sebagai perintah resmi,” kata Ayatollah Khamenei.

Menolak tuduhan Iran tengah berusaha membuat senjata nuklir dan menekankan doktrin militer Iran sebagai doktrin defensif, Khamenei mengecam AS yang terus mengancam untuk melakukan serangan terhadap Iran.

“Pihak lain tidak pernah berhenti mengancam kita sepanjang waktu!” kata Khamenei dalam pidatonya.

“Setelah beberapa waktu diam, salah seorang pejabatnya kemudian mengulangi lagi berbicara tentang ‘pilihan militer di atas meja’. Pada satu sisi mereka menggertak, pada sisi lainnya mereka mendesak Iran untuk menghentikan kemajuan pertahanannya yang menunjukkan pernyataan bodoh,” kata Ayatollah Khamenei.

“Iran tidak akan pernah menerima pernyataan-pernyataan bodoh seperti itu dan negera ini telah membuktikan bahwa jika diserang, akan membalas dengan hebat. Iran akan berdiri teguh seperti kepalan tangan besi yang kuat menghadapi agresor yang tidak logis,” tambah Khamensi.

Pidato Khamenei itu muncul setelah panglima militer AS Jendral Martin Dempsey, mengatakan bahwa AS tidak akan membuang pilihan serangan militer terhadap Iran meski tercapai kesepakatan tentang program nuklir Iran dengan negara-negara besar yang tergabung dalam kelompok P5+1.

“Pilihan militer masih utuh!” kata Dempsey kepada media AS, minggu lalu.

Harapan besar rakyat Iran atas keberhasilan perundingan program nuklir Iran di Swiss, tampaknya tidak akan berjalan mulus. Justru ketika perundingan dalam masa kritis pada akhir Maret lalu, Saudi Arabia dan sekutu-sekutu Arabnya menyerang Yaman karena kekhawatiran bahwa Iran akan semakin berpengaruh di Semenanjung Arab. Pada saat yang hampir sama Menhan AS Ashton Carter juga membuat pernyataan bahwa pilihan militer terhadap Iran tidak akan pernah dicabut, bahkan jika tercapai kesepakatan tentang program nuklir Iran.

Bahkan ketika ‘kerangka kerja’ perundingan nuklir Iran telah berhasil disepakati awal bulan ini sebagai media penting untuk mewujudkan kesepakatan final yang komprehensif atas program nuklir Iran, masih terdapat perbedaan mendasar atas implementasi kesepakan tersebut. Iran bersikukuh bahwa seluruh sanksi ekonomi yang dikenakan terhadapnya harus dicabut saat perjanjian yang final dan komprehensif itu ditandatangani sebelum 1 Juli mendatang. Sementara AS berkukuh bahwa pencabutan sanksi dilakukan secara bertahap, menyesuaikan perkembangan implementasi perjanjian oleh Iran.

Media Rusia Today bahkan menyebut perundingan nuklir tersebut hanya menguntungkan AS, karena AS mendapatkan segalanya, sementara hasil yang diperoleh Iran tidak begitu jelas. Dalam analisanya, Russia Today menyebutkan bahwa perundingan itu berhasil memaksa Iran untuk menghentikan program nuklirnya, sementara pencabutan sanksi yang diharapkan Iran masih harus melalui pengkajian badan atom internasional (IAAF), yang para pejabatnya sangat mungkin menjadi alat kepentingan AS belaka.

Menyusul kesepakatan ‘kerangka kerja’ perundingan program nuklir Iran, Rusia pun langsung mencabut larangan pengiriman 5 unit sistem pertahanan udara S-300 yang dibeli Iran tahun 2007 dan dibekukan tahun 2010 setelah munculnya larangan dari PBB. Hal itu sekilas akan akan membuat prospek serangan militer AS terhadap Iran meredup, karena senjata pertahanan udara terbaik di dunia itu akan menambah risiko bagi AS.

Namun faktanya AS tidak pernah mengendorkan ancamannya kepada Iran. Seperti dikatakan Jendral Dempsey, pilihan serangan militer itu masih ‘utuh di atas meja’. Di sisi lain, Israel yang paling keras menentang program nuklir Iran, akan segera menerima pengiriman kapal selam canggih buatan Jerman, Dolphin-2, yang memiliki kemampuan meluncurkan rudal jelajah jarak jauh berhulu ledak nuklir. Beberapa pengamat menilai pengiriman kapal selam ini merupakan respon Israel atas kesepakatan program nuklir Iran.

Sementara itu di sisi lainnya lagi Saudi Arabia dan sekutu-sekutu Arabnya yang selama ini menganggap Iran lebih berbahaya daripada Israel, juga menilai kesepakatan program nuklir Iran sebagai ancaman baru karena dengan adanya kesepakatan itu sanksi-sanksi ekonomi dan keuangan yang memukul Iran akan dicabut dan memulihkan kekuatan Iran.

Tidak mengherankan, dalam kekhawatirannya dan keputusasaan itu Saudi melancarkan serangan militer terhadap Yaman yang dianggap sebagai proxi Iran dan menjadi simbol kemenangan pengaruh Iran atas Saudi Arabia. Sebagaimana diketahui, dalam kasus Yaman kelompok Syiah Houthi yang dituduh mendapat dukungan Iran, berhasil menumbangkan pemerintahan Presiden Mansour Hadi yang didukung Saudi.

Serangan Saudi terhadap Yaman mengisyaratkan bahwa Saudi siap untuk menanggung risiko berperang melawan Iran ketika pengaruh Iran dianggap telah ‘melampaui garis merah’.

Jadi, tampaknya jalan terjal masih menghadang Iran meski perjanjian nuklir Iran bersama negara-negara besar P5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jerman) berhasil ditandatangani.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account