Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Italia Geram, Ratusan Imigran Kembali Tewas Tenggelam di Laut Tengah

Published 20/04/2015 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

kapal imigran italiRoma, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Italia Matteo Renzi menyerukan langkah nyata lebih serius oleh Uni Eropa menyusul terjadinya kembali musibah tenggelamnya ratusan imigran gelap asal Afrika dan Timur Tengah di lepas pantai Italia, Laut Tengah, Sabtu (19/4).

Menyerukan diadakannya pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa, Renzi menyebut ‘trafficking’ sebagai ‘wabah penyakit bagi Eropa’ dan mengkritik perhatian yang rendah dari negara-negara Eropa atas masalah ini. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Sabtu petang.

“Adalah tidak terpikirkan bahwa di hadapan tragedi seperti ini tidak ada rasa solidaritas yang ditunjukkan negara-negara Eropa terhadap masalah-masalah lain,” kata Renzi.

Pernyataan Renzi tersebut menyusul musibah tenggelamnya perahu pembawa imigran gelap asal Afrika utara dan Timur Tengah yang mengangkut sekitar 700 penumpang. Dari jumlah itu baru 28 orang yang berhasil diselamatkan dan sisanya diperkirakan tewas.

Musibah tersebut menambah buruk catatan kecelakaan perahu-perahu pengangkut imigran gelap di Laut Tengah yang selama tahun ini saja diperkirakan telah menelan nyawa 1.500 orang imigran.

Memanfaatkan situasi politik yang labil di Afrika Utara terutama Libya serta negara-negara Timur Tengah, para penyelundup manusia mengintensifkan bisnis mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Renzi juga menyebut Libya sebagai kunci masalahnya dengan menyebutnya sebagai titik awal pemberangkatan imigran-imigran gelap itu ke Italia melalui laut. Ia menyebut jumlah perahu penyelamat bukan sebagai persoalannya, melainkan bagaimana mencegah para imigran itu berangkat.

Perbedaan sikap antara 28 negara anggota Uni Eropa tampak jelas tahun lalu, ketika Italia menolak melakukan operasi penyelamatan dan pencarian terhadap korban-korban insiden perahu imigran setelah negara itu dibanjiri lebih dari 100.000 imigran.

Uni Eropa menggantinya dengan operasi pengamanan yang dilakukan oleh Frontex, organisasi kerjasama Eropa untuk pengawasan wilayah, yang memiliki kewenangan, anggaran dan sumber daya yang jauh lebih terbatas.

Beberapa politisi Italia menyarankan dilakukannya blokade laut, namun Renzi menolaknya dengan dalih hal itu justru akan mendorong semakin banyaknya penyelundupan yang merasa lebih aman dari bencana dengan adanya banyak kapal laut Italia.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account