Israel Larang Partai Arab Mencalonkan Diri di Pemilu

0
114

Tel Aviv, LiputanIslam.com–Komite pemilu Israel melarang dua partai Palestina dan satu partai Yahudi liberal pro-Palestina mencalonkan diri pada pemilu legislatif bulan depan.

Menurut laporan dari kantor berita AS Washington Post, di saat yang sama komite mengizinkan seorang kandidat dari partai sayap kanan ekstrem untuk mencalonkan diri, meski adanya saran dari Jaksa Agung Israel untuk melarangnya.

Kedua partai Palestina, Ra’am dan Balad, serta kandidat Yahudi, Ofer Cassif, dihapus dari daftar kandidat berdasarkan petisi dari faksi-faksi sayap kanan, seperti salah satunya partai PM Israel Benjamin Netanyahu, Likud. Padahal, petisi tersebut sudah ditolak oleh Jaksa Agung Israel.

Koalisi Ra’am/Balad sebelumnya diperkirakan akan mendapatkan sekitar 5 kursi dari 120 kursi di Knesset (parlemen Israel).

Kandidat sayap-kanan, Michael Ben Ari, yang namanya akan tetap berada di daftar calon, adalah anggota partai Otzma Yehudit (“Kekuatan Yahudi”), yang menampung murid-murid Rabbi Meir Kahane. Partai Rabbi Kahane, Kach, pernah dilarang di Israel pada tahun 1988 dan dianggap sebagai organisasi teroris di AS.

Keputusan komite yang bertentangan dengan rekomendasi Jaksa Agung Israel ini telah menuai kritik tajam dari para pejabat pro-Palestina di Israel.

“Keputusan untuk mendiskualifikasi [kandidat] adalah keputusan politis, rasis, dan populis yang bertujuan untuk menjatuhkan representasi politik warga Arab. Tidaklah mengherankan melihat sebuah panel partai rasis yang tidak ingin melihat orang Arab di Knesset menargetkan kita. Partai Balad adalah batu tulis yang menghadirkan prinsip demokratis dan berupaya mempromosikan persamaan hak,” (ra/mintpress)

 

DISKUSI: