Larcana, LiputanIslam.com — Menurut berita yang dirilis Cyprus News Agency, Selasa (18/3) kemarin, dua warga Israel dan satu warga Sinegal telah diinterogasi kepolisian Siprus atas tuduhan ketiganya terlibat transaksi pembelian minyak curian yang diselundupkan dari pelabuhan Libya oleh para pemberontak.
Menurut media setempat, tiga pria itu tiba di Larcana pada hari Jum’at dengan menggunakan pesawat pribadi lalu menyewa sebuah perahu boat dari pelabuhan, kemudian bergabung bersama kapal tanker minyak dan bernegoisasi dengan para kru.
Polisi Siprus memantau tersangka dari awal mereka menyewa perahu boat sampai bergabung bersama kapal tanker dan kembali ke perairan Siprus.
Namun demikian, pengadilan Larnaca menolak mengeluarkan surat perintah penahanan kepada ketiga terdakwa dengan alasan tidak cukup bukti bahwa para tersangka telah melanggar hukum Siprus.
Ketiga pria yang dilepaskan pengadilan Larnaca tersebut kemudian dilaporkan telah terbang kembali ke Tel Aviv pada hari Minggu, sehari sebelum Pentagon mengklaim bahwa Angkatan Laut Amerika telah mengambil alih kapal tanker milik Korea Utara, Morning Glory, di perairan tenggara Siprus
Dikatakan tanker tersebut adalah tanker yang dicuri oleh para pemberontak anti Muammar Qaddafi. Pemerintah Libya sendiri telah gagal menghentikan tanker tersebut, sebuah fakta yang telah menempatkan Libya kembali pada krisis besar semenjak Qaddafi digulingkan, dan memaksa parlemen untuk mengusir Perdana Menteri Ali Zeidan yang kemudian meninggalkan negeri tersebut.(lb/mem/as)