
Baghdad,LiputanIslam.com—Fasilitas minyak Arab Saudi “Aramco” yang terletak di bagian timur kerajaan telah diserang dua drone pada Sabtu (14/9) malam. Kelompok Houthi Yaman mengklaim bertanggungjawab atas serangan tersebut. Meski begitu, AS masih tetap menuduh Iran sebagai pelaku serangan.
Usai kejadian, muncul laporan-laporan “miring” yang menyebutkan serangan berasal dari Irak. Merespon hal itu, Perdana Menteri Irak menyampaikan siaran pers melalui akun twitternya untuk membantah isu tersebut.
ينفي العراق ما تداولته بعض وسائل الإعلام والتواصل الاجتماعي عن استخدام اراضيه لمهاجمة منشآت نفطيّة سعوديّة بالطائرات المُسيّرة …
— المكتب الإعلامي لرئيس الوزراء 🇮🇶 (@IraqiPMO) September 15, 2019
“Irak membantah laporan-laporan melalui pers atau sosial media yang menyebut sernagan terhadap fasilitas minyak Saudi berasal dari negaranya,” tulis pernyataan tersebut.
Keterangan itu juga menyebutkan, konstitusi Irak tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan ke negara tetangga. Pemerintah Iral telah membentuk komite khusus untuk memantau berbagai laporan dan kejadian terkini terkait serangan drone ke fasilitas minyak Aramco.
Baca: Geram dengan Tuduhan AS, Jenderal IRGC Nyatakan Siap Berperang
Irak juga memperingatkan agar konflik antara Saudi-Yaman yang telah merusak berbagai fasilitasn dan merenggut banyak nyawa segera berakhir. (fd/Sputnik)