Ini Motif Israel Tangkap Petinggi Jihad Islam, Basam al-Saadi

0
218

Gaza,LiputanIslam.com-Sebuah harian cetakan Israel menjadikan “Kenapa Basam al-Saadi?”sebagai head line-nya, menyusul ditangkapnya salah satu Komandan Jihad Islam dalam keadaan terluka ini di kamp pengungsi Jenin.

Kenapa harus al-Saadi yang ditangkap oleh Israel? Jawabannya jelas, sebab ia figur pemersatu antara faksi-faksi Resistansi, terutama antara Jihad Islam dan Fatah dalam terjadinya sejumlah konfrontasi terbaru di Jenin.

Konfrontasi-konfrontasi ini telah membuat gusar perangkat keamanan dan intelijen Rezim Zionis. Mereka pun tak ayal menjadikan kamp Jenin sebagai target utama agresi.

Siapakah sebenarnya Basam al-Saadi?

Orang ini tidak memiliki popularitas internasional, tidak pernah mengenakan pakaian resmi, dan juga tidak pernah terlihat di televisi-televisi satelit.

Al-Saadi seorang pengungsi Palestina yang tinggal di kamp Jenin bersama keluarganya sejak 1948. Dia anggota Jihad Islam dan salah satu petinggi kelompok ini di Tepi Barat.

Ia selalu memilih untuk melakukan aktivitasnya di bawah bayangan dan jauh dari hiruk-pikuk. Seperti para pemimpin jihad lain, ia menghindari publisitas dan penampilan di media.

Tak banyak orang yang tahu bahwa al-Saadi telah kehilangan dua anaknya dalam Intifada II tahun 2002. Seorang anak lainnya terluka atau ditawan dalam perlawanan terhadap Tentara Israel saat itu. Ia sendiri ditahan dalam penjara Israel lebih dari 15 tahun dan salah seorang yang diasingkan.

Al-Saadi bukan sekadar seorang pemimpin faksi, tapi dia adalah seorang pemimpin Palestina. Dia dipandang banyak pihak sebagai simbol persatuan, dengan melihat kemampuannya dalam menciptakan persatuan dan menghindari perselisihan serta dikotomi kepartaian, yang selama 20 tahun terakhir menjerat Palestina.

Kenapa al-Saadi dan Jenin?

Krisis yang menghantui Israel adalah perlawanan dan penguatannya. Perlawanan dengan sendirinya bisa menjadi elemen preventif di hadapan kekuatan militer Rezim Zionis. Akan menjadi lebih berat bagi Israel bahwa perlawanan akan berubah menjadi elemen dan motif kuat untuk mempersatukan berbagai faksi. Sebab itu, al-Saadi yang merupakan simbol persatuan harus ditangkap agar perselisihan di tengah faksi-faksi Resistansi bisa dilanggengkan.

Israel tahu benar bahwa al-Saadi tidak punya senjata, namun pemikirannya lebih membahayakan dari senjata mana pun bagi Rezim Zionis. Pemikiran ini lebih berbahaya daripada konfrontasi bersenjata sekalipun. Maka, siapa pun yang menyerukan persatuan harus dikurung. Ini adalah pesan yang ingin disampaikan Rezim Zionis dari penangkapan Basam al-Saadi. (af/alalam)

DISKUSI: