Ini Dia Penemuan Mengerikan PBB terkait Genosida Demonstran Gaza

0
111

Anak-anak Palestina terkena gas air mata oleh tentara Israel di Beit Lahiya, Gaza, 14 Mei 2018. (AP Photo/Dusan Vranic)

Gaza, LiputanIslam.com–Dewan HAM PBB telah merilis sebuah laporan luar biasa tentang demonstrasi ‘Great Return March’ di Gaza, yang menyimpulkan bahwa Israel melakukan kejahatan perang internasional selama aksi protes sipil berskala besar tersebut.

Dokumen laporan setebal 22 halaman itu telah dikecam oleh pemerintah Israel karena terdapat pembahasan mengenai Israel yang harus dibawa ke Pengadilan Internasional atas kejahatan perang.

Sebelum laporan dibuat, Dewan HAM PBB telah melakukan 325 wawancara dan pertemuan dengan para korban, saksi, pejabat pemerintah dan warga sipil Palestina. Selain itu, mereka juga mengumpulkan lebih dari 8.000 dokumen, termasuk surat pernyataan, laporan medis, media sosial, opini dari ahli hukum, rekaman dan foto-foto drone.

Berikut ini adalah poin paling penting yang disimpulkan dalam laporan tersebut:

  • Dewan menemukan bahwa dalam pembunuhan 189 demonstran antara tanggal 30 Maret-31 Desember 2018, 183 orang diantaranya ditewas dengan amunisi hidup, termasuk 35 anak-anak, 3 petugas medis, dan 2 anggota pers. Hanya 29 dari mereka yang tewas adalah anggota kelompok bersenjata Palestina.
  • Hanya 4 penembak jitu Israel yang terluka ringan, tidak ada yang terbunuh oleh demonstran.
  • Mengenai pembunuhan anak, dewan menemukan “bukti yang masuk akal bahwa penembak jitu Israel menembak mereka dengan sengaja, [meski] mengetahui bahwa mereka adalah anak-anak”.
  • Tentang pembunuhan petugas medis, dewan menemukan “bukti yang masuk akal bahwa penembak jitu Israel sengaja menembak mereka, meskipun sudah melihat [baju petugas medis] yang jelas-jelas menandai mereka [petugas medis].”
  • Dewan menemukan bahwa [sejumlah] demonstran pria dan wanita ditembak di bagian pangkal paha. Para korban perempuan mengatakan kepada dewan bahwa mereka sekarang “tidak mungkin lagi memiliki anak”.
  • Menteri Pertahanan Israel mengeluarkan kebijakan untuk melarang izin perjalanan bagi siapapun yang terluka selama demonstrasi, dan itu menyebabkan kematian dan cedera yang tidak perlu.

Laporan tersebut juga membahas tentang klaim Israel bahwa aksi demo ‘Great Return March’ diinspirasi dan diorganisir oleh “kelompok teroris Hamas”.  Dewan menyatakan, demonstrasi tersebut sebenarnya terinspirasi oleh unggahan internet dari penyair dan jurnalis Palestina, Ahmed Abu Artema, dan aksi itu diselenggarakan oleh “komite nasional dan 12 subkomite.”

“Meski anggota komite memiliki pandangan politik yang beragam, mereka menyatakan bahwa unsur pemersatu mereka adalah prinsip bahwa aksi demo itu harus sepenuhnya damai dari awal hingga akhir dan demonstran tidak akan memegang senjata.”

Dewan HAM PBB juga mewawancarai serang jurnalis internasional yang mengatakan, “Saya telah meliput perang di Suriah, Yaman, Libya. Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti ini. Penembakan metodis yang perlahan-lahan. Itu sangat mengerikan… ”

Selain itu, Dewan mencatat bahwa Israel selalu menolak untuk membantu penyelidikan PBB dan tidak mau “bekerja sama atau memberikan informasi.”

Isi laporan lebih lanjut bisa dibaca di sini. (ra/mintpressnews)

 

DISKUSI: