Inggris Jual Senjata Senilai 250 Miliar ke Israel Selama Aksi Demo Gaza

0
118

London, LiputanIslam.com–Sebuah organisasi anti perdagangan senjata mengungkapkan bahwa Inggris telah menyetujui penjualan senjata senilai lebih dari £ 14 juta (sekitar Rp 251 miliar) kepada rezim Tel Aviv sejak tahun lalu selama serangkaian aksi demo “Great March of Return”.

Penjualan ini dilakukan ketika tentara Israel jelas-jelas melakukan penembakan kepada demonstran damai Palestina di sepanjang pagar perbatasan Gaza.

Menurut data dari organisasi Campaign Against the Arms Trade (CAAT) yang dirilis oleh Department of International Trade (DIT), senjata-senjata yang dijual oleh Inggris adalah diantaranya amunisi, komponen untuk senapan serbu, dan jenis senjata lainnya yang dapat digunakan untuk menindas manusia.

Salah satu penjualan peralatan pelatihan militer senilai lebih dari $125.000 disetujui pada tanggal 18 Mei tahun lalu. Padahal, pada waktu yang sama, mantan PM Inggris, Theresa May, menyebut pembunuhan demonstran Palestina “sangat mengkhawatirkan”. Ia juga mengatakan bahwa harus ada penyelidikan mengapa tentara Israel menggunakan senapan hidup.

“Meskipun kami tidak mempertanyakan hak Israel untuk mempertahankan perbatasannya, penggunaan senapan hidup dan pembunuhan orang sangat mengganggu. Kami mendesak Israel untuk menahan diri,” kata May pada saat itu.

Selama rangkaian aksi “Great March of Return”, lebih dari 270 warga Palestina tewas oleh pasukan Israel  dan lebih dari 16.000 menderita luka-luka. (ra/presstv)

 

DISKUSI: