Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

India Diyakini akan Kembangkan Senjata Thermonuklir

Published 20/06/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

INDIA_395New Delhi, LiputanIslam.com — India dipercaya tengah menambah fasilitas pengayaan uranium yang diperkirakan dapat mendukung pengembangan senjata thermonuklir. Demikian pernyataan kelompok peneliti pertahanan, IHS Jane, Jumat (20/6).

Dilaporkan kantor berita Antara dengan mengutip pernyataan pakar dari IHS Jane, penambahan unit baru itu akan semakin meningkatkan risiko perlombaan senjata di kawasan Asia, terutama dengan Pakistan dan Tiongkok.

Pemerintah di New Delhi sebelumnya berencana menggunakan India Rare Metals Plant untuk pembangunan kapal selam berhulu ledak nuklir. Namun IHS memperkirakan bahwa sejumlah unit baru yang dibangun di kawasan tersebut akan membuat India dapat memproduksi senjata uranium dengan tingkat lebih tinggi.

Fasilitas India Rare Metals Plant terletak di dekat Mysore sebelah selatan India dan diperkirakan akan beroperasi pada pertengahan 2015.

“Dengan memperhitungkan semua kebutuhan pengayaan uranium bagi kapal selam berhulu ledak nuklir, maka sangat mungkin akan terdapat pasokan yang berlebih,” kata Matthew Clements, redaktur Intellegence Review terbitan IHS Jane.

“Sisa pasokan uranium itu kemungkinan akan digunakan untuk mengembangkan persenjataan thermonuklir,” kata Clements.

India bukan merupakan negara yang menandatangani Traktat Non-Proliferasi. Negara itu pertama kali menguji coba senjata nuklir pada 1974 yang kemudian memicu sejumlah sanksi internasional–di antaranya larangan impor teknologi dan bahan-bahan nuklir.

Pada 1998, India kembali melakukan uji coba yang kemudian diikuti oleh tindakan serupa dari Pakistan.

Selanjutnya pada 2008, New Delhi dan Washington menyepakati kerja sama nukir sipil. Dalam kesepakatan itu, India berkomitmen untuk menyerahkan kontrak pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir kepada perusahaan asal Amerika Serikat.

Kesepakatan itu juga membebaskan sejumlah fasilitas militer dan nuklir di India dari pengawasan badan keamanan energi PBB, IAEA. Kawasan fasilitas pengayaan uranium di Mysore adalah salah satu yang terbebas itu.

Pengecualian itu kemudian mendapat perlawanan keras dari Tiongkok, Pakistan, dan sejumlah negara Eropa yang menyatakan bahwa kesepakatan nuklir Amerika Serikat-India akan mengancam upaya untuk mengontrol penyebaran senjata nuklir.

Berdasarkan pengamatan satelit, IHS memperkirakan unit heksaflorida baru akan membuat India mampu memproduksi uranium dengan tingkat kemurnian sampai 90 persen. Tingkat tersebut jauh melampaui kebutuhan armada kapal selamnya.

Fasilitas itu juga akan memproduksi surplus uranium sampai 160 kg per tahunnya.

Penemuan IHS Jane berkesesuaian dengan analisis lain dari Stockholm International Peace Research Institute yang pada pekan ini menyatakan bahwa fasilitas Myrose menunjukkan niat India untuk mengembangkan senjata thermonuklir.(ca/ant)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account