Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Hizbullah vs Israel, Menimbang Kerugian Negara Zionis

Published 30/01/2015 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE
Netanyahu at security assessment meeting with IDF officials (Photo: Kobi Gideon/GPO)
Netanyahu at security assessment meeting with IDF officials (Photo: Kobi Gideon/GPO)

LiputanIslam.com — Semuanya tengah berhitung. Para analis mulai memprediksi apa yang akan selanjutnya terjadi, menyusul operasi Shebaa Farms yang dilancarkan oleh Hizbullah terhadap Tentara Israel. Sebagian besar menduga, bahwa ketegangan antara dua musuh bebuyutan ini semakin meningkat.

Namun tidak demikian halnya dengan Ron Ben Yishai, seorang jurnalis senior, mantan wartawan perang asal Israel. Dalam tulisannya di media Israel Ynetnews.com, 29 Januari 2015, ia berharap agar kedua belah pihak, baik Israel maupun Hizbullah sama-sama menahan diri.

Jika pada umumnya, artikel dari analis-analis Israel terkesan angkuh, pongah dan sesumbar – maka tulisan Yishai, justru menggambarkan kecemasan dan kesedihan. Apa penyebabnya?

Yishai mempertimbangkan faktor internal dan eksternal, jika seandainya Israel dan Hizbullah kembali mengulangi perang mematikan yang berlangsung selama 33 hari pada tahun 2006. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sendiri telah mengirim ancaman kepada Iran dan Hizbullah, bersumpah bahwa keduanya akan membayar dengan harga yang mahal atas operasi Shebaa Farms.

“Israel menghadapi sebuah dilema yang sulit. Jika kita harus berhadapan dengan serangan dari Hizbullah, maka mungkin, akan menyulut api (perang-red) yang lebih besar lagi. Mungkin, akan terjadi Perang Lebanon 3,” tulis Yishai.

Yishai mencoba realistis, dengan menimbang kerugian yang akan diderita Israel jika Perang Lebanon 3 benar-benar terjadi.

“Perang Lebanon pastinya akan merugikan Hizbullah dan Lebanon. Tetapi di saat yang sama, Israel pun sangat dirugikan. Namun bagi Hizbullah, bisa berperang untuk menghalangi tujuan Israel adalah sebuah kebanggaan,” jelas Yishai.

“Seperti yang sering terjadi di wilayah kami, misalnya dalam Operation Protective Edge  dan Perang Lebanon Kedua, hasilnya hampir selalu lebih buruk dari yang diharapkan. Hal ini terjadi karena salah perhitungan. Poros Iran-Hizbullah-Suriah mencoba untuk membalas kematian rakyatnya dengan menciptakan ketegangan tanpa henti. Mereka menembakkan roket di perbatasan, yang menyebabkan Israel harus berada dalam kondisi siaga penuh. Hal seperti ini merugikan Israel secara moral dan ekonomi,” lanjutnya.

“Kondisi  siaga juga menelan biaya yang mahal. Selain menghambat beberapa unit militer untuk melakukan pelatihan, mereka diharuskan untuk melakukan ratusan jam penerbangan  dengan pesawat tempur, yang menelan biaya ratusan ribu dollar per hari,” ujar Yishai.

Selain biaya untuk siaga militer, di sisi lain ketegangan ini juga menelan biaya non-militer. Rakyat Israel akan dihantui kecemasan, yang pada akhirnya, tidak memungkinkan bagi mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal.

Di samping faktor keselamatan rakyat Israel, hal kedua yang menjadi perhatian Yishai adalah perhelatan pemilihan umum yang akan digelar beberapa bulan lagi.

“Jika pemerintah sekarang merespon Hizbullah dengan sangat keras yang memicu eskalasi besar, maka hal ini akan dijadikan amunisi – bahwa mereka memang sengaja menyeret Israel ke dalam konflik besar, untuk melayani hasrat Netanyahu, Avigdor Lieberman dan Naftali Bennett. Tidak ada argumen rasional (untuk memilih opsi perang –red). Mereka akan kalah pada pemilu mendatang,” papar Yishai.

Pertimbangan lainnya, menurut Yishai, adalah komposisi pemerintah dan kabinet Israel. Setelah pemberhentian Menteri Yesh Atid dan Hatnua, maka kabinet pertahanan/ keamanan murni diisi oleh sayap kanan. Hal ini berdampak pada ketidak-seimbangan dalam memutuskan perdamaian atau perang – mengingat kelompok sayap kanan sangat konservatif, fanatik agama, dan biasanya menganut nasionalisme otoriter.

Bagaimana dengan Posisi Iran, dan AS?

Selanjutnya yang menjadi pertimbangan Yishai adalah faktor eksternal. Langkah apa yang akan diambil Iran, atau Amerika Serikat dalam menyikapi konflik Israel – Hizbullah?

“Iran, belum mengumumkan pembalasan atas serangan Israel di Dataran Tinggi Golan. Kita bisa berasumsi bahwa saat ini Iran masih menyusun rencana untuk membalas dendam. Bagaimanapun juga, saat ini Iran sedang melakukan perundingan nuklir dengan AS dan Eropa. Jadi mereka juga memilih untuk menahan diri, dan tidak terburu-buru.”

“Iran juga akan memenangkan opini masyarakat internasional jika Israel bertindak agresif dengan menyerang Hizbullah,” lanjut Yishai.

Ia juga mencermati hubungan antara Netanyahu dan Obama yang kurang mesra dalam beberapa waktu terakhir.

“Netanyahu telah mengurangi kontak dengan pemerintahan Obama, sampai pada titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam situasi seperti ini, maka tidak diketahui dengan pasti bahwa AS akan mendukung Israel di dalam kancah internasional jika melakukan operasi militer penuh ke Lebanon,” tulis Yishai, terlihat cemas.

“Oleh karena itu Israel akan memiliki masalah dengan legitimasi internasional jika reaksi yang muncul, justru menguatkan posisi Hizbullah,” tutup Yishai.

Ada satu bagian lagi yang luput dari pertimbangan Yishai, yaitu kemungkinan terjadi perang terbuka di berbagai titik dalam waktu yang bersamaan, yaitu dari Lebanon, Dataran Tinggi Golan dan Palestina. Tentara Suriah akan memainkan peran di Golan. Lalu kemarin, faksi perlawanan Palestina, baik yang berasal dari kelompok Jihad Islam, Hamas, Front Rakyat, Fatah, Front Demokrasi Palestina, dan Divisi Perlawanan Rakyat Palestina, kompak menyerukan untuk membentuk Front Arab Islam Bersatu dan bahu membahu melawan Zionis Israel. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account