Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Hari Kesaktian Pancasila 2014: Ketika Sila ke-4 Diperdebatkan

Published 01/10/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

pancasilaJakarta, LiputanIslam.com—Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2014 berlangsung di tengah perdebatan serius mengenai bentuk demokrasi yang dianut oleh bangsa Indonesia. Pada Jum’at (26/9/2014) lalu, anggota DPR yang mayoritasnya berasal dari Koalisi Merah Putih (KMP) mengesahkan UU Pilkada yang mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD. Di antara argumen kelompok anti-Pilkada Langsung adalah bahwa pilkada langsung tidak sesuai dengan Pancasila.(baca: Koalisi Merap Putih Sumringah, Menang 4 kali, Apa Saja?)

Pakar politik mantan staf ahli Menteri Agama, Prof Yusri Abadi APU, menyatakan pemberlakukan demokrasi liberal dalam wujud pemilihan umum langsung kepala daerah hingga presiden sebenarnya telah menambrak sila keempat Dasar Negara Indonesia, Pancasila. Bunyi sila keempat itu adalah “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. “Demokrasi kita adalah Demokrasi Pancasila, yaitu lewat perwakilan (DPRD/DPR/MPR), bukan pemilihan langsung. Jadi memang yang betul adalah kepala daerah dipilih melalui DPRD, bahkan presiden pun harusnya tidak dipilih langsung oleh rakyat, tetapi melalui DPR/MPR,” kata Yusri seperti dikutip Republika, Jumat (26/9).

Yusri bahkan mengingatkan, bila Indonesia akan menggunakan sistem liberal dengan pemilihan langsung, resikonya, Pancasila harus diubah. “Untuk pemilihan langsung harus mengubah dulu Pancasila, terutama sila keempat, yang dibuat oleh founding father kita,” katanya.

Pendapat sebaliknya dikemukakan pengamat politik dari Universitas Airlangga dan kandidat PhD Asia Research Center Murdoch University, Australia, Airlangga Pribadi. Menurut Airlangga, sila keempat Pancasila harus dimaknai sebagai ‘demokrasi partisipasi’ yang didasari oleh penciptaan kanal-kanal partisipasi politik kerakyatan. Tujuannya agar suara-suara akar rumput hadir untuk menciptakan hikmah kebijaksanaan dalam proses politik permusyawaratan perwakilan.

Artinya, di dalam ‘permusyawaratan perwakilan’, spektrum variasi artikulasi rakyat harus dihadirkan seluas-luasnya. “Sebaliknya, langkah yang dilakukan oleh Koalisi Merah Putih yang memaksakan pilkada kembali ke DPRD justru memanipulasi Pancasila karena memotong hak pilih kita dan membangun permusyawaratan perwakilan terbatas,” tegas Airlangga. Lebih jauh Airlangga mengingatkan, perdebatan soal pilkada ini semata-mata pertarungan kepentingan di antara elit politik. Kepentingan elit KMP adalah soal mengunci koalisi pemerintahan Jokowi. Dan koalisi Jokowi-JK pun punya kepentingan untuk melawan.

“Sementara itu, bagi saya, ini adalah persoalan berbeda. Saya melihatnya perdebatan ini melampaui urusan Jokowi atau bukan Jokowi. Ini soal perampasan dan pemasungan hak politik rakyat untuk memilih secara langsung pemimpinnya,” kata dia.(dw)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account