Harga Garam di Cirebon Rp 100 per Kg, Petani: Itu pun Tak Laku

0
150

Sumber: kompas.com

Cirebon, LiputanIslam.com— Harga garam di tingkat petani di Cirebon anjlok hingga Rp 100 per kilogram (kg). Harga tersebut merupakan yang terendah dalam empat tahun terakhir.

Seorang petani garam di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Tohari mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi harga garam saat ini yang tidak sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

“Rp 100 per kilo ini masih kotor. Belum buat upah kuli panggul. Per karung paling dapat Rp 4.000. Sekarang kita simpan dulu saja garamnya di gudang, buat kebutuhan sehari-hari juga,” kata dia, Jumat (6/12).

Baca: Harga Garam di Indramayu Anjlok hingga Rp 150 per Kg

Tidak hanya itu, garam yang harganya anjlok ini justru tidak laku. Hasil produksi garam yang melimpah tidak sejalan dengan pendapatan karena permintaan pasar yang menurun. Saat ini, garam menumpuk di gudang karena tidak ada pembeli.

“Sudah dua bulanan. Taka da yang menimbang (pembeli). Kita timbun saja di gudang, berharap harga bisa naik,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kondisi saat ini terpaksa membuatnya kerja serabutan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Memang sekarang produksinya meningkat karena musim panas yang panjang. Tapi kondisinya begini, ya terpaksa cari kerja lain juga,” ungkapnya.

Oleh karena itu, petani berharap pemerintah dapat menyerap harga garam rakyat dengan harga yang sepadan dengan biaya produksi yang dikeluarkan. (sh/kumparan/kompas)

 

DISKUSI: