Harga Gabah Anjlok, Daya Beli Petani Ikut Turun

0
97

Sumber: cnnindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga gabah petani pada April 2019 mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan Nilai Tukar Petani (NTP) merosot.

Berdasarkan data BPS, harga gabah kering turun 5,37 persen secara bulanan dari Rp 4. 604 per kilogram (kg) menjadi Rp 4.375 per kg. Sedangkan, Gabah Kering Giling (GKG) turun sebesar 7,29% dari Rp 5.530 per kg menjadi Rp5.127 per kg.

“Saat ini masih musim panen raya sehingga harga gabah jatuh,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Kamis (2/5).

Turunnya harga gabah ini diikuti dengan merosotnya harga seluruh jenis beras di tingkat penggilingan. Harga beras kualitas rendah tercatat turun 3,01 persen secara bulanan menjadi Rp 8.936 per kg. Berikutnya, beras kualitas medium turun 4,3 persen menjadi Rp 9.144 per kg, dan beras jenis premium turun 3,56% menjadi Rp 9.465 per kg.

Suhariyanto mengatakan, harga gabah dan beras yang merosot menyebabkan Nilai Tukar Petani (NTP) tanaman pangan turun 1,21% secara bulanan menjadi 104,03.

“Penyebab utama penurunan NTP karena indeks harga yang diterima petani menurun,” ujarnya.

Dia mecantat, penurunan tersebut juga terjadi pada bulan sebelumnya. Pada Maret 2019, indeks nilai tukar petani (NTP) alias daya beli petani mengalami penurunan 0,21%. NTP turun dari 102,94 menjadi 102,73.

Dia menyampaikan, penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani hanya naik 0,02% sedangkan indeks harga yang dibayarkan petani naik lebih tinggi yakni 0,23%.

Penurunan NTP ini, kata dia, terjadi pada subsektor tanaman pangan, peternakan dan perikanan. Adapun penurunan NTP tanaman pangan terjadi karena indeks harga yang diterima petani turun 1,04% sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,29%. Selain itu, inflasi di pedesaan juga mengalami inflasi 0,33%.

“Yang diterima petani turun karena musim panen harga gabah turun tajam sehingga mempengaruhi pendapatan petani,” ucapnya. (sh/kontan/cnnindonesia)

 

DISKUSI: