Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga cabai di tingkat petani tidak berbanding lurus dengan harga cabai di pasaran yang melambung tinggi. Harga cabai di tingkat petani saat ini anjlok di kisaran Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram (kg).

Untuk itu, petani meminta Bulog agar segera menyerap cabai petani karena saat ini panen masih berlangsung sehingga dikhawatirkan produksi berlebih dan membuat harga cabai semakin anjlok.

Baca: Kementan Klaim Produksi Cabai Surplus, Tapi Harga Cabai Masih Mahal

Ketua Asosiasi Hortikultura Indonesia Anton Muslim mengatakan, penyerapan cabai petani oleh Bulog harus segera dilaksanakan untuk menekan peluang tengkulak dalam memainkan harga.

“Permasalahannya, ini tengkulak yang beli cabainya petani. Jadi harganya jatuh,” ujar Anton, Rabu (12/6).

Anton menyebutkan, harga cabai di tingkat petani masih di kisaran Rp 4.000-Rp 5.000 per kg. Harga cabai tersebut masih berada di bawah harga yang disarankan pemerintah sebesar Rp 8.000 per kg.

Sementara itu, dari hasil pemantauan Kemendag, harga cabai di sejumlah pasar justru melambung tinggi sejak H-60 sampai H+5 Lebaran.

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai merah besar rerata nasional pada 12 Mei 2019 berada di level Rp 49.400 per kilogram (kg), cabai merah keriting di level Rp 47.300 per kg, cabai rawit merah di level Rp 39.950 per kg, dan cabai rawit hijau berada di level Rp 40.600 per kg.

Untuk itu, kata dia, Bulog harus segera melakukan penyerapan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.  (sh/republika/liputan6)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*