Harga Bahan Pokok di Jawa Tengah Stabil

0
191

Sumber: semarang.bisnis.com

Semarang, LiputanIslam.com— Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pemantauan pergerakan harga bahan pokok di Jawa Tengah. Dari hasil pemantauan tersebut, dia menegaskan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru stabil.

Dia menyebutkan, harga sejumlah komoditas, seperti daging dan beras relatif stabil. Sedangkan, harga komoditas telur turun menjadi Rp 25.000 per kilogram (kg).

“Harga relatif stabil. Daging stabil, beras stabil, telur justru turun dari Rp 26.000 menjadi Rp 25.000 per kg,” kata Ganjar, Senin (23/12).

Baca: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Jatim Naik

Dia mengatakan, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah bawang merah dan cabai. Harga bawang merah naik dari Rp 30.000 per kg menjadi Rp 45.000 per kg. Sementara harga cabai naik dari RP 35.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg.

Menurutnya, naiknya harga bawang merah karena panen diperkirakan datang pada Januari tahun depan. Kenaikan tersebut terjadi sejak bulan terakhir.

“Mungkin tidak lama juga akan turun lagi. Katanya sih bawang merah mahal karena belum panen,” ucapnya.

Sedangkan, harga cabai saat ini trennya sudah membaik meskipun terjadi kenaikan. Kenaikan komoditas ini pun tidak setinggi seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Dua itu yang mengalami kenaikan, yang lain relfatif stabil,” ujarnya.

Selain itu, dia juga memastikan stok bahan pangan di Jateng masih cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru.

“Natal dan Tahun Baru Nanti, insyaallah semuanya masih dalam kendali yang baik,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, stok pangan nasional masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat hingga April tahun depan.

“Jika dilihat, bahan pangan aman mulai dari Natal dan Tahun Baru sampai dengan Maret-April,” tuturnya.

Meski stok aman, Syahrul mengaku, pemerintah masih membahas potensi kerawanan pasonak sejumlah komoditas, terutama gula dan daging sapi. (sh/sindonews/market.bisnis)

 

 

DISKUSI: