Harga Ayam Jatuh, Kementan: Pelaku Usaha Harus Rencanakan Produksi dengan Benar

0
121

Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Rendahnya harga ayam memnyebabkan peternak mengalami kerugian hingga Rp 2 triliun, bahkan sebagian ada yang memilih untuk menggulung tikar. Hal ini terjadi karena ada kelebihan pasokan di pasar.

Merespon hal ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) meminta pelaku usaha perunggasan agar dapat merencanakan produksi dengan benar.

Baca: Harga Ayam Jatuh, Menko Darmin akan Panggil Mendag dan Mentan

Hal tersebut dilakukan agar terjadi keseimbangan antara supply dan demand sehingga tren harga ayam tidak terus anjlok di bawah acuan.

“Dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan keseimbangan supply dan demand, pelaku usaha atau integrator diharapkan dapat membuat rencana produksi DOC FS [day old chick final stock] yang baik dan benar,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, Jumat (6/9).

Dia juga meminta agar pelaku usaha dan integrator untuk mengirimkan data yang benar dan transparan ke sistem pelaporan daring. Sebab, data tersebut akan menjadi dasar analisis kebutuhan oleh Tim Analisis Penyediaan dan Kebutuhan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Selain itu, dia juga berharap pelaku usaha ara pelaku usaha pembibitan untuk menjalankan imbauan dalam edaran 095009/SE/PK.010/F/09/2019 tanggal 2 September 2019.

Edaran tersebut berisi tentang 44 perusahaan pembibitan unggas yang diminta untuk mengurangi 10 juta telur tetas (hatchery egg/HE) berusia 19 hari dari mesin tetas setiap minggunya. (sh/cnnindonesia/ekonomi.bisnis)

DISKUSI: