Hakordia 2019, Pakar Minta Persiapkan Generasi Muda Anti Korupsi Sejak Dini Hingga Aksi Gubernur Jateng

0
0

Sumber: Antara

Purwokerto, LiputanIslam.com — Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Hibnu Nugroho mengajak semua pihak menyiapkan generasi muda yang antikorupsi sejak dini.

“Kita harus maju bersama untuk melawan korupsi. Artinya, kita harus introspeksi diri, semua lini bangsa Indonesia. Kita harus persiapkan generasi muda antikorupsi,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/12).

Menurut dia, generasi milenial antikorupsi yang harus disiapkan adalah generasi muda yang betul-betul tidak tervirus perbuatan-perbuatan korup.

“Ini yang kita harus siapkan. Kalau tentang penegakan hukum dan pencegahkan, silakan berjalan, tetapi mempersiapkan generasi milenial yang antikorupsi harus disiapkan sejak awal,” tegasnya.

Terkait dengan penegakan hukum, dia mengakui jika sampai saat ini, hukuman belum bisa memberikan efek jera bagi para koruptor sehingga tidak sedikit mantan terpidana kasus korupsi yang kembali mengulangi perbuatannya.

“Ini memang suatu tantangan bagi kita. Tantangan kita bagaimana bahwa penegak hukum itu juga harus mencari, jadi jangan diserahkan kepada masyarakat saja,” kata Hibnu.

Dalam hal ini, kata dia, penegak hukum harus mempunyai suatu strategi terkait dengan bagaimana penindakan itu bisa menjerakan.

Menurut dia, yang perlu dilakukan penegak hukum adalah alternatif-alternatif pemidanaan.

“Misalnya, pidana penjara lebih berat, penggantian kerugian yang cukup berat, itu yang harus kita lakukan. Jangan seperti sekarang, diskon hukuman (remisi maupun grasi, red.), ini saya kira suatu yang sangat mencederai dalam penegakan hukum korupsi di Indonesia,” katanya.

Sementara sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin 3.000 pelajar dari berbagai sekolah pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2019 yang berlangsung di depan kantor gubernur di Semarang, Minggu (8/12).

Dalam aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang dikemas mirip unjuk rasa tersebut ribuan pelajar terlihat berjalan menuju depan kantor Gubernur Jateng sambil meneriakkan yel-yel antikorupsi dan mengangkat tinggi poster-poster berisi tuntutan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Poster yang dibawa para pelajar itu tidak seperti poster demontrasi biasanya, melainkan berisi kalimat khas generasi millenial seperti “Jangan Makan Uangku”, “Makan Saja Mantanku”, “Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo”, “Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi”.

Setelah tiba di depan kantor Gubernur Jateng, ribuan pelajar itu langsung satu komando dan menggelar aksi.

Baca juga: Ketua DPR Minta Pemerintah Perkuat Strategi Pencegahan Korupsi

Sementara itu, Gubernur Ganjar yang mengenakan kaos putih bertuliskan “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi” dan berikat kepala merah putih, langsung naik panggung memimpin aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2019.

Gubernur Ganjar juga mengajak ribuan pelajar itu menempel stiker antikorupsi di sejumlah mobil dinas Pemprov Jateng.

Stiker yang ditempel di mobil-mobil dinas lingkungan Pemprov Jateng itu bertuliskan “Nek Aku Korupsi, Ora Slamet”. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS: