Sumber: suaramuhammadiyah.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa semangat yang ditebarkan cendekiawan Muslim Indonesia Nurcholish Madjid (Cak Nur) penting untuk situasi kebangsaan hari ini. Semangat menerima perbedaan tanpa menghakimi sangat relevan dengan bangsa Indonesia.

Demikian hal itu disampaikan Haedar saat menyampaikan orasi budaya dalam Haul Nurcholish Madjid (Cak Nur) ke-14 tahun, yang berlangsung di Hotel Century Park Jakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id pada Jumat (30/8).

“Cak Nur tidak pernah menghakimi orang dan pihak yang berbeda pemikiran yang boleh jadi perbedaan itu masih dalam koridor keislaman, keindonesiaa, dan kemanusiaan universal.” Ucapnya.

Menurutnya, Cak Nur telah mencontohkan tentang pentingnya melihat suatu masalah dengan pandangan komprehensif, kedewasaan, dan kesediaan berdialog dengan siapapun yang berbeda, tanpa harus bermusuhan. Dalam situasi perbedaan pandangan, maka yang dibutuhkan ialah sikap terbuka dan saling mendengarkan.

“Dialog itu perlu kultur saling berbagi, saling peduli, dan kesediaan berpindah posisi. Orang yang tercerahkan, dia mau mendengar oposisi, dan siapapun yang berbeda,” ungkapnya.

Baca: Haedar Nashir Ajak Masyarakat Teladani Tokoh Bangsa

Pada acara haul tersebut tampak hadir juga sejumlah tokoh dan cendekiawan, diantaranya Akbar Tanjung, Komaruddin Hidayat, Ulil Abshar Abdalla, Yudi Latif, Budi Munawar Rachman, Franz Magnis Suseno, Siti Ruhaini Dzuhayatin. (aw/SM/muhammadiyah).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*