Sumber: nu.or.id

Malang, LiputanIslam.com– Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) menjelaskan tentang acara halal bi halal yang biasa digelar pada bulan Syawal atau perayaan hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, banyak orang yang mengira bahwa acara halal bi halal berasal dari Arab. Padahal hal itu merupakan tradisi asli Nusantara.

Demikian hal itu disampaikan Gus Mus pada acara Halal Bi Halal dan Haul KH Mustamar dan KH Achmad Noer di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (23/6).

“Halal bi halal itu Indonesia, nusantara. Di Arab itu tidak ada,” terangnya.

Ia menceritakan suasana Idul Fitri di Mesir yang sangat berbeda dengan di Indonesia. “Di Mesir itu saat Idul Fitri, setelah selesai melaksanakan Shalat Id, satu keluarga membawa tikar dan bekal, kemudian terus piknik ke kebun binatang, melihat monyet. Habis itu pulang lagi ke rumah,” ungkapnya.

Baca: Warga Pegayaman Bali Gelar Tradisi Ngejot Lebaran

“Dulu Indonesia, Malaysia, dan Brunei itu satu rumpun dan kegiatan ini (halal bi halal -red) hanya ada di nusantara. Inilah bentuk kecerdasannya sesepuh yang ada di nusantara,” tambahnya. (aw/NU).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*