Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Erdogan, Antara Negarawan dan Kepala Gangster

Published 18/05/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

ErdoganLiputanIslam.com — Saat Erdogan keluar dari mobilnya, merapikan jasnya, memandang sekeliling, dan kemudian melambaikan tangannya sambil melangkah, ia tampak sebagai seorang negarawan sejati yang dicintai rakyatnya yang tengah berduka oleh bencana tambang batubara di Kota Soma tanggal 13 Mei lalu.

Namun pemandangan berubah drastis ketika Erdogan meninggalkan tempat itu dengan tergopoh-gopoh. Orang-orang mendorong-dorong mobilnya sembari memaki-makinya. Beberapa orang bahkan menendang pintu mobilnya. Orang lain melompati kap mobil dan menendang kaca depan mobilnya. Erdogan seperti seorang kepala gangster yang terjebak di wilayah gangster lain.

Bahkan kemudian laporan-laporan lain memperkuat kesan tersebut. Erdogan dan ajudannya terlibat baku pukul dengan para demonstran yang kecewa dengan kepemimpinan Erdogan, terutama terkait dengan musibah yang menewaskan sekitar 300 orang itu.

Rakyat sangat beralasan untuk marah, karena bukannya menyampaikan simpati dan permintaan ma’af pemerintah yang telah lalai menjalankan funginya sehingga terjadi musibah, Erdogan justru terkesan mengecilkan kesedihan rakyat atas musibah itu. Dalam pidatonya di hadapan para pekerja tambang, ia mengatakan bahwa musibah seperti itu sudah biasa terjadi.

Tentu ia tidak mengatakan bahwa beberapa minggu sebelum musibah terjadi, partai oposisi di Parlemen telah mengingatkan risiko bencana di tambang batubara Soma mengingat kondisinya keamanan yang jauh dari standar. Namun partai Partai Keadilan yang dipimpinnya menolak inisiatif untuk dilakukannya penyelidikan tentang masalah keamanan tersebut.

Insiden perkelahian antara Erdogan dengan pekerja tambang tersebut merupakan puncak dari berbagai tindakan tidak terpuji Erdogan sebagai seorang pemimpin. Lihat saja bagaimana ia membuat skenario “Kudeta Kelompok Ergenoken” untuk memenjarakan pesaing-pesaing politiknya terutama para jendral berpengaruh, wartawan dan cendekiawan, yang ternyata tidak terbukti, namun berhasil membunuh kharakter dan kehidupan ratusan orang tak bersalah. Lihat juga bagaimana ia memberangus Twitter dan YouTube karena telah membongkar kejahatan-kejahatannya.

Namun yang paling menghancurkan dasar-dasar kehidupan negara modern adalah, Erdogan juga menguasai sistem peradilan. Ketika polisi dan jaksa berusaha membongkar jaringan bisnis kotor kroni-kroni Erdogan, Erdogan langsung memecat ratusan polisi dan jaksa, kemudian memaksakan undang-undang baru yang menetapkan lembaga penyidikan berada di bawah kendali kementrian hukum. Selanjutnya, Erdogan pun dengan santai mengumumkan bahwa kroni-kroninya bebas dari jeratan hukum.

Ketika orang-orang memprotes kebijakannya membongkar Taman Taksim untuk dijadikan kawasan superblok bagi kroni-kroninya, ia memaki-maki mereka dengan bahasa yang tidak pernah digunakan seorang pemimpin. Bahkan ketika seorang remaja pejalan kaki akhirnya meninggal akibat tembakan granat asap polisi, Erdogan mengutukinya sebagai “teroris”.

“Kau antek Israel”! Demikian teriak Erdogan kepada orang yang dipukulnya dalam insiden kerusuhan di tambang batubara di Soma. Sementara di tempat yang jauh darinya, ajudan Erdogan menendangi berkali-kali seorang demonstran yang tidak berdaya di bawah kaki 2 orang polisi.

Lalu bagaimana bisa seorang pemimpin yang lebih mirip seorang gangster ini bisa terpilih menjadi pemimpin negara berpenduduk 80 juta jiwa selama 2 periode, dan kini dengan percaya diri mengincar jabatan Presiden? Apakah Erdogan memiliki ilmu hipnotis tingkat tinggi?

“Jawabannya adalah karena sebagian besar rakyat Turki tidak pernah melihatnya (keburukan-keburukan Erdogan). Sangat mudah, ia (Erdogan) mengontrol media konvensional, dan sangat jelas mereka tidak pernah menampilkannya di televisi dan bahkan koran. Mereka semua dimiliki oleh para konglomerat yang pada akhirnya dimiliki oleh para oligarkh (Erdogan),” tulis Melik Kaylan, jurnalis Forbes dalam laporannya tanggal 15 Juni.

Menurut Kaylan hanya sebagian kecil rakyat yang mengerti keburukan-keburukan Erdogan dan partai serta kroni-kroninya. Mereka adalah generasi muda yang “melek” internet dan teknologi, yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi di negerinya, termasuk mengerti bagaimana Erdogan dan teman-temannya merencanakan aksi biadab menyeret Turki ke dalam konflik berdarah Suriah dengan merancang serangan bom sendiri terhadap Turki, kemudian menyalahkan Suriah dan menyerangnya.

Di atas itu semua, kejahatan terbesar Erdogan adalah Erdogan membiarkan sebagian besar rakyatnya terlibat dalam tindakan korupnya dan bahkan turut menikmatinya. Maka ketika ratusan orang tewas akibat bencana ledakan tambang batubara di Soma, Erdogan dan para pendukungnya pun tidak meresa bertanggungjawab dan menyesal.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account