Ekspor Senjata Jerman ke Negara Agresor Perang Yaman Semakin Meningkat

0
175

Kanselor Jerman, Angela Merkel, berjabat tangan dengan Presiden Mesir, Abdel Fatah el-Sisi. Sumber: Egypt Today

Berlin,LiputanIslam.com—Pada semester pertama tahun ini, Ekspor senjata Jerman ke Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) meningkat secara signifikan. Menurut laporan Anadolu Agency pada Rabu (13/11) kemarin, penjualan senjata semakin meningkat di tengah keterlibatan dua negara itu dalam agresi militer ke Yaman.

Berdasarkan laporan ekspor senjata Jerman, Mesir telah menjadi pelanggan senjata terbesar kedua dari Jerman dengan nilai $880 juta. Sementara itu, UEA berada di urutan keenam dengan nilai pembelian $226 juta.

Tindakan ini bertentangan dengan janji Kanselir Angela Merkel tahun lalu yang menyebut akan mengurangi ekspor senjata ke negara-negara yang terlibat dengan perang saudara di Yaman.

Baca: Prancis dan Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Turki

Sementara itu, pemerintah Jerman mengurangi prospek penjualan senjata ke Turki pada paruh pertama tahun ini usai Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memutuskan untuk melanjutkan operasi militernya ke Suriah untuk menyingkirkan para pejuang Kurdi.

Jerman hanya setuju menjual senjata ke Turki dengan nilai $28,6 juta, jauh di bawah ekspor Jerman ke Aljazair, Kuwait dan India.

Pemerintah Jerman telah mendapatkan kecaman keras karena terus menyuplai senjata ke negara-negara yang terlibat perang di Yaman.

Anggota parlemen Jerman, Thomas Hitschler, telah melontarkan kritis keras pada pemerintah dan menyebut ekspor senjata ke negara-negara yang terlibat perang di Yaman tidak bisa diterima. Dia terus mempertanyakan konsistensi ekspor senjata pemerintah ke UEA, sebagai anggota aktif koalisi agresor pimpinan Arab Saudi di Yaman. (fd/Memo)

DISKUSI: