Ekspor Produk Perikanan Sulsel Naik 600 Persen

0
142

Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan ekspor produk perikanan Sulawei Selatan (Sulsel) pada Mei 2019 mengalami peningkatan signifikan.

Data Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Makassar menunjukkan, volume ekspor perikanan Sulsel  sebesar 15.089 ton dengan nilai mencapai Rp 444,1 miliar. Jumlah tersebut naik 602,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2.147 ton.

“Ekspor didominasi oleh komoditas rumput laut yang mencapai 83 persen, disusul oleh komoditi karaginan sebesar 4 persen,” kata Kepala Balai Besar KIPM Makassar, Sitti Chadidjah, Jumat (21/6).

Baca: Indonesia Persiapkan Ekspor Buah Naga ke China

Sitti mengungkapkan, peningkatan ekspor tersebut karena pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Perubahan  tentang Jenis Komoditas Wajib Periksa Karantina Ikan, Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan.

“Volume hasil perikanan yang meningkat ini karena perubahan Permen KP. Dengan pemberlakuan Permen KP yang baru, pencatatan ekspor rumput laut di Balai Besar KIPM Makassar meningkat,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ekspor perikanan Sulsel didominasi oleh rumput laut yang mencapai 83 persen, karaginan sebesar 4 persen, udang vannamei 3 persen, tuna 2 persen, dan tenggiri 1 persen. Adapun negara tujuan utama ekspor rumpul laut adalah China dan produk karaginan diekspor ke Tiongkok dan Amerika Serikat.

Sementara itu, terjadi penurunan ekspor pada komoditas lainnya, penurunan tersebut terjadi di ekspor komoditi lobster, kepiting, dan rajungan.

“Jika melihat data ekspor lobster, kepiting, dan rajungan yang melalui Balai Besar KIPM Makassar, terlihat bahwa tidak ada ekspor lobster pada tahun 2018 dan 2019. Untuk komoditi kepiting dan rajungan terlihat bahwa volume ekspor tahun 2019 menurun bila dibandingkan dengan volume ekspor tahun 2018,” jelasnya. (sh/republika/24berita)

DISKUSI: