Ekspor Kopi Diprediksi Meningkat Tahun Depan

0
134

Sumber: agribisnis.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekspor kopi Indonesia terus mengalami penurunan. Berdasarkan data BPS, ekspor kopi pada 2018 hanya sebesar 817,8 juta dolar AS. Angka tersebut turun sekitar 400 juta dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Syafrudin memprediksi, ekspor kopi akan meningkat pada 2019-2020. Dia mengaku optimis meskipun sekarang belum memiliki data terkait kinerja ekspor kopi.

Baca: Kopi Bengkulu Diminati Masyarakat Internasional

“Sekarang kita belum ada datanya, tapi saya katakan ekspor kopi 2019-2020. Bisa dicek nanti angkanya di Kementerian Perdagangan,” kata Syafrudin, Jakarta, Selasa (17/12).

Dia menyebutkan, beberapa provinsi di Sumatera merupakan penghasil kopi terbesar di Indonesia baik jenis Arabika maupun Robusta. Menurutnya, ini bisa menjadi acuan untuk menilai seberapa banyak kopi di Indonesia.

Dia menjelaskan, sebanyak 65 sampai 70 persen produksi kopi di Indonesia diekspor ke luar negeri. Sedangkan sisanya dijual diluar negeri. Kemudian, 65 persen sampai 67 persen kopi yang diekspor adalah jenis Robusta dan sisanya adalah Arabika.

“Kalau dari sisi tujuan ekspornya, untuk kopi Arabika paling banyak ke Amerika Serikat. Lalu kopi Robusta ke Eropa, Seperti Jerman dan Belanda,” ujarnya.

Dari sisi produksi, setiap tahunnya Indonesia mampu memproduksi 630.000 ton kopi pertahun. Dari jumlah tersebut, 450.000 tonnya merupakan kopi yang berkualitas ekspor. Sedangkan 180.000 ton sisanya dikonsumsi oleh pasar lokal.

Dilihat dari sisi kontribusinya, 3,47 persen dari kontribusi subsektor perkebunan di sektor pertanian terhadap PDB disumbang besar oleh kopi. (sh/republika/suara)

 

DISKUSI: