Ekonom Nilai Target Pertumbuhan Investasi Sulit Tercapai

0
115

Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menilai target pertumbuhan investasi ke level double digit yaitu sekitar 10% – 12% year on year (yoy) sulit tercapai.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi kuartal pertama 2019 mencapai Rp 195,1 triliun atau naik 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

Menurut Lana, sulitnya target investasi tersebut karena kinerja realisasi investasi kuartal I-2019 yang jauh melambat dibandingkan tahun lalu yaitu 11,8% yoy.

“Target double digit sepertinya berat kalau melihat realisasi kuartal pertama ini. PMDN (penanaman modal dalam negeri) mungkin bisa bertahan double digit, tapi PMA (penanaman modal asing) akan sulit,” kata dia, Selasa (30/4).

Dia berpendapat, minat investasi asing pada sektor komoditas sumber daya alam yang selama ini cukup besar porsi dan nilainya, belum kunjung bergeliat. Tren harga komoditas juga masih rendah dan diliputi ketidakpastian. Hal ini membuat investor mengurungkan niatnya.

Dia mengusulkan, pemerintah harus jemput bola, bukan hanya menyediakan karpet merah. Investasi di sektor SDA mesti dicari penggantinya yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, seperti investasi untuk substitusi bahan baku impor.

Selain itu, pemerintah juga harus serius mengidentifikasi investasi asing apa saja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri. Contohnya, ekstrak bahan baku obat yang selama ini menjadi impor cukup besar Indonesia.

Berdasarkan data BKPM, PMA sepanjang kuartal I-2019 mencapai Rp 107,9 triliun atau turun 0,9% secara tahunan (yoy). Hingga akhir tahun, BKPM mematok target PMA sebesar Rp 483,7 triliun.

Lana memprediksi, dengan realisasi investasi PMA kuartal pertama ini, pertumbuhan realisasi investasi secara keseluruhan berat untuk berada di kisaran 10%-12% seperti perkiraan BKPM.

“Perkiraan saya, realisasi investasi bisa tumbuh 8% yoy saja sudah sangat bagus di tahun ini. PMDN masih sangat mungkin tumbuh double digit, tapi kalau PMA saya pikir sulit,” katanya. (sh/kontan)

 

DISKUSI: