Ekonom Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi Sulit Tercapai

0
170

Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2019 (year on year) sebesar 5,07 persen. Angka ini masih berada di bawah harapan pasar.

Ekonom Asia Development Bank Institute (ADBI) Eric Sugandi menilai, dengan pencapaian angka di kuartal I tersebut, target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen pada tahun ini akan sulit tercapai.

Menurut Eric, walaupun setiap tahun memang terjadi fluktuasi, angka 5,07 persen terlihat agak lemah. Oleh karena itu, dia menilai, range 5,0 sampai 5,2 persen lebih mudah terjangkau.

Meski demikian, pemerintah tetap dapat menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak terlalu jauh dari angka 5,3 persen. Salah satunya adalah dengan memberikan perhatian pada permintaan domestik.

“Kalau faktor eksternal, cenderung ada di luar kendali pemerintah dan bank Indonesia,” ujar Eric, Senin (6/5).

Dia menyampaikan, pemerintah harus menjaga permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dengan menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain itu, kata dia, manufaktur harus dikembangkan lagi karena Indonesia mengalami deindustrialisasi. Industri besar dan UMKM juga harus meningkatkan value added produk mereka. Dalam hal ini, mereka dapat melakukan diferensiasi, sehingga punya market niche tersendiri.

“Dengan begitu, mereka dapat bertahan dari gempuran produk impor,” kata dia.

Berdasarkan data BPS, konnsumsi masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di tiga bulan awal 2019 ini. Sektor pertanian tumbuh hanya 1,81 persen, tanaman pangan mengalami kontraksi 5,94 persen, sektor industri masih tumbuh 3,86 persen (year on year), sedangkan perdagangan tumbuh kuat 5,26 persen, yang jauh lebih baik dari sebelumnya. (sh/republika/sinarharapan.co)

DISKUSI: