DPR Minta Polemik Ucapan Natal Tidak Dibawa ke Politik

0
142

Sumber: Liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam. Com—Menjelang perayaan hari Raya Natal,  isu boleh tidaknya seorang muslim mengucapkan selamat hari Raya Natal kembali mencuat.  Pro dan kontra ramai memenuhi jagat media sosial.

Meski begitu,  Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel meminta soal boleh atau tidaknya seorang muslim mengucapkan ‘selamat Natal’ tidak dibawa-bawa ke ranah politik. Rachmat menekankan supaya tetap menghormati seorang muslim, baik yang mengucapkan selamat Natal maupun yang tidak.

“Jangan jadi masalah politik. Kita hormati saja. Di Arab Saudi saja sudah berbeda. Negara maju. Kita bagaimana? Kekayaan ini harus kita jaga. Beragam ini kekayaan kita. Kita harus bersyukur jadi orang Indonesia,” kata Rachmat di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Baca: Pengamat Minta Waspadai Serangan Teror Jelang Natal

Sementara itu,  Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menuturkan, ucapan Hari Natal kepada umat beragama yang merayakannya dikembalikan pada pilihan masing-masing Muslim. Dia mengakui ada perbedaan pendapat dalam Islam tentang pengucapan hari raya bagi pemeluk agama yang berbeda.

“Di dalam umat Islam sendiri ada pandangan yang berbeda. Sebagian membolehkan, sebagian melarang. Soal perbedaan pandangan ini tidak perlu dipertajam agar energi umat tidak terkuras membahas masalah khilafiah,” kata dia, Minggu (22/12/2019).

Menurutnya,  pengucapan selamat Natal tidak perlu diatur,  terlebih oleh Kementerian Agama.   Itu wilayah keyakinan yang tidak bisa dicampuri,” ujarnya. (Ay/Detik/Wartaekonomi)

DISKUSI: