Diingatkan KPK Soal Investasi dengan Cina, Luhut Ingatkan Balik KPK untuk Belajar dari Cina

0
121

Foto diambil dari Gatra

LiputanIslam.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif, mengingatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berhati-hati menerima investasi dari Cina. Mendengar hal itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan mengingatkan balik KPK untuk belajar memberantas korupsi dari Cina.

“Ya hati-hati jangan dari Cina saja. Semua pun kita harus hati-hati,” ucap Luhut di kantornya pada Jumat (10/5).

“Kalau mau belajar bagaimana memberantas korupsi lihat Cina itu. Tembak mati di sana itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, KPK mengingatkan BUMN untuk berhati-hati menerima investasi dari Cina di acara seminar “Bersama Menciptakan BUMN Bersih melalui Satuan Pengawasan Intern atau SPI yang Tangguh dan Terpercaya”.

“Pasti bapak ibu di BUMN banyak bekerja dengan Cina. ‘Good corporate government’ di Cina itu adalah salah satu yang asing bagi mereka. Oleh karena itu, mereka menempati tempat pertama ‘fraud improper payment’. Mereka ‘invest’ banyak di sini,” jelas Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK Jakarta pada Kamis (9/5).

Ia pun memberikan contoh cara berinvestasi yang ketat di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Sedangkan Cina tidak memiliki pengawasan investasi yang begitu ketat. Sehingga menurut Syarif, jika menerima investasi dari Cina, Indonesia harus menjalankan manajemen antisuap dan harus sesuai dengan regulasi yang ada di Indonesia.

“Dari mana pun investornya, kita harus terbuka selama mereka betul-betul menjalankan investasi dengan tidak menyuap, melakukannya dengan bersih, transparan,” ungkap Syarif.

“Karena di negara Eropa atau Amerika Serikat kalau mereka menyuap pejabat negara asing itu mereka bisa dihukum di negaranya. Kalau kita undang-undangnya belum, Cina belum,” lanjutnya. (Ay/Tempo/Antara)

DISKUSI: