
Rehovot, LiputanIslam.com – Amukan rudal Iran yang menghantam Institut Sains Weizmann, pusat riset kebanggaan Israel, pada dini hari Minggu lalu (15/6), menyebabkan kerusakan berat pada beberapa laboratorium di kampus, menghentikan penelitian ilmiah selama bertahun-tahun dan mengirimkan pesan yang mengerikan kepada para ilmuwan Israel bahwa mereka dan keahlian mereka sekarang menjadi target dalam konflik yang meningkat dengan Iran.
“Ini adalah kemenangan moral (bagi Iran). Mereka berhasil merusak permata mahkota ilmu pengetahuan di Israel,” kata Oren Schuldiner, seorang profesor di departemen biologi sel molekuler dan departemen ilmu saraf molekuler yang laboratoriumnya hancur dalam serangan itu.
“Institut Weizmann telah menjadi sasaran Iran,” kata Yoel Guzansky, seorang pakar Iran dan peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional, sebuah lembaga pemikir Tel Aviv.
Meskipun merupakan lembaga penelitian multidisiplin, Weizmann, seperti universitas Israel lainnya, memiliki hubungan dengan lembaga pertahanan Israel, termasuk kolaborasi dengan para pemimpin industri seperti Elbit Systems, yang mungkin menjadi alasan mengapa lembaga tersebut menjadi sasaran.
Namun Guzansky mengatakan bahwa lembaga tersebut terutama melambangkan “kemajuan ilmiah Israel” dan serangan terhadap lembaga tersebut menunjukkan pemikiran Iran: “Anda merugikan ilmuwan kami, jadi kami juga merugikan kader ilmiah (Anda).”
Dua gedung terkena serangan tersebut, termasuk satu gedung yang menampung laboratorium ilmu hayati dan gedung kedua yang kosong dan sedang dibangun tetapi dimaksudkan untuk studi kimia, menurut lembaga tersebut. Puluhan gedung lainnya rusak.
Kampus telah ditutup sejak terkena serangan, namun media diizinkan untuk berkunjung pada hari Kamis (19/6). Tumpukan besar batu, logam bengkok, dan puing-puing lainnya berserakan di kampus. Ada jendela yang pecah, panel langit-langit yang runtuh, dan dinding yang hangus.
Sebuah foto yang dibagikan di X oleh seorang profesor menunjukkan api membubung di dekat bangunan yang rusak parah dengan puing-puing berserakan di tanah di dekatnya.
“Beberapa bangunan terhantam cukup keras, yang berarti bahwa beberapa laboratorium benar-benar hancur, benar-benar tidak menyisakan apa pun,” kata Sarel Fleishman, seorang profesor biokimia yang mengaku telah mengunjungi lokasi tersebut usai serangan.
Banyak dari laboratorium tersebut berfokus pada ilmu hayat, yang proyek-proyeknya sangat sensitif terhadap kerusakan fisik, kata Fleishman. Laboratorium tersebut mempelajari bidang-bidang seperti pembentukan jaringan, biologi perkembangan, atau kanker, dengan sebagian besar pekerjaan mereka sekarang terhenti atau sangat terhambat oleh kerusakan tersebut.
“Ini adalah hasil kerja keras banyak orang,” katanya, sembari menyebutkan bahwa penelitian selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun hancur.
Bagi Schuldiner, kerusakan tersebut berarti lab tempat ia bekerja selama 16 tahun “hancur total. Tidak ada jejak. Tidak ada yang bisa diselamatkan.”
Di lab yang dulunya berkilau itu, ia menyimpan ribuan lalat hasil rekayasa genetika yang digunakan untuk penelitian tentang pengembangan sistem saraf manusia, yang membantu memberikan wawasan tentang autisme dan skizofrenia, katanya.
Laboratorium itu memiliki peralatan seperti mikroskop canggih. Para peneliti dari Israel dan luar negeri bekerja sama dalam upaya penelitian ini.
“Semua penelitian kami telah terhenti,” katanya, memperkirakan akan butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali dan mengembalikan pekerjaan ilmiah ke jalurnya. Dia menambahkan, “Ini merupakan kerusakan yang sangat signifikan terhadap ilmu pengetahuan yang dapat kami ciptakan dan terhadap kontribusi yang dapat kami berikan kepada dunia.”
Institut Sains Weizmann didirikan pada tahun 1934 oleh Chaim Weizmann dengan nama “Daniel Sieff Research Institute.” Lembaga ini kemudian diperluas dan secara resmi berganti nama menjadi “Weizmann Institute of Science,” nama yang mengacu pada Chaim Weizmann, presiden pertama Rezim Zionis Israel, pada tanggal 2 November 1949.
Selain kegiatan akademisnya, Weizmann Institute memainkan peran penting dalam mendukung militer Israel dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bidang militer dan teknologi canggih, terutama layanan kecerdasan buatan untuk militer, sistem pemantauan dan pengawasan, analisis intelijen data besar, panduan drone, pengembangan senjata otonom atau semi-otonom, peningkatan perangkat panduan dan pelacakan presisi, serta pengembangan teknologi pengacauan dan perlindungan elektronik canggih.
Selain itu, lembaga ini melakukan penelitian terkait teknologi nuklir dan energi terarah, melindungi kode militer, memproduksi perawatan medis untuk prajurit di medan perang, menunjang sistem satelit militer, mengembangkan sistem navigasi yang akurat (alternatif GPS), dan menyediakan komunikasi terenkripsi di lingkungan yang tidak bersahabat. (mm/ap/raialyoum)