Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Diam Diri atas Aksi Hukuman Rajam, Polisi Pakistan Dikecam

Published 29/05/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Police collect evidence near the body of Farzana Iqbal outside the Lahore high court buildingLahore, LiputanIslam.com — Kepolisian Pakistan mendapat kecaman keras atas aksi diam diri mereka terhadap tindakan hukuman rajam terhadap seorang wanita hamil di depan Lahore High Court hari Selasa (27/5).

Kepala Badan HAM PBB Navi Pillay mengaku sangat terkejut dengan aksi tersebut dan mendesak pemerintah Pakistan untuk melakukan langkah tegas untuk mencegah aksi-aksi serupa terjadi.

“Saya bahkan tidak menggunakan kata “pembunuhan bermartabat” atas masalah ini. Tidak ada kehormatan dengan membunuh seorang wanita dengan cara seperti ini,” kata Pillay.

“Pembunuhan bermartabat” (honour killing) adalah istilah yang banyak digunakan di Pakistan, untuk pembunuhan terhadap wanita yang melanggar “aturan” keluarga dalam pernikahan. Ada ratusan kasus “pembunuhan bermartabat” dalam setahunnya di Pakistan, biasanya dialami oleh wanita yang menikah dengan laki-laki yang tidak diinginkan keluarganya.

Dalam kasus yang menimpa Farzana Parveen, wanita yang dibunuh oleh keluarganya sendiri dalam keadaan hamil 3 bulan pada hari Selasa lalu, ia dilempari dengan batu beramai-ramai hingga meninggal di luar kantor pengadilan tinggi Lahore. Polisi sendiri tidak melakukan tindakan apapun untuk mencegah aksi biadab tersebut.

Muhammad Iqbal, suami Farzana Parveen, mengutuk aksi diam polisi dan menyebutnya sebagai “memalukan” dan “tidak berperi-kemanusiaan”.

“Kami berteriak meminta tolong, namun tidak ada yang mendengarnya. Salah seorang keluarga saya menanggalkan pakaian untuk menarik perhatian polisi, namun mereka diam saja,” kata Iqbal kepada BBC.

“Mereka melihat Farzana dibunuh dan mereka tidak melakukan apapun,” tambahnya.

Ayah Farzana yang bertanggungjawab atas aksi biadab tersebut akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi. Namun keluarganya yang juga terlibat, masih bebas berkeliaran.

Menurut Iqbal, keluarga Farzana bahkan telah mengancam dirinya dan keluarganya.

“Kemarin mereka mengatakan akan menggali kembali jenasah Farzana. Kami pun datang dengan kawalan polisi,” kata Iqbal.

Kepala Polisi setempat, Mujahid Hussain, mengakui telah menangkap beberapa tersangka dan kasus ini tengah diselidikinya.

Kasus ini bermula ketika orang tua Farzana menuduh Iqbal telah menculik putrinya dan mengajukan kasusnya hingga ke pengadilan tinggi Lahore. Namun Farzana mengaku kepada polisi bahwa dirinya menikah dengan Iqbal atas dasar cinta.

Iqbal menuturkan kepada BBC bahwa saat dirinya dan istrinya tiba di pengadilan hari Selasa (27/5), keluarga dan kerabat istrinya telah menunggunya dan merebutnya dari dirinya. Saat Farzana meronta, ia diseret di lantai, kemudian dilempari batu hingga tewas di luar gedung pengadilan.

Komisi HAM Pakistan mencatat tahun lalu terdapat 869 kasus “pembunuhan bermartabat” di Pakistan, meski diyakini angka sebenarnya jauh lebih tinggi karena tidak semua kasus sejenis diketahui.(ca/bbc)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account