Di LP Sukamiskin, OC Kaligis Luncurkan Buku “KPK” Tiga Jilid Hingga Tanggapan Fahri

0
148

Sumber: Teropong Senayan

Bandung, LiputanIslam.com — Pengacara OC Kaligis meluncurkan buku bertajuk Komisi Pemberantasan Korupsi “(KPK) Bukan Malaikat” sebanyak tiga jilid di aula Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

“Ini merupakan bentuk perjuangan dan perlawanan bahwa harus ada pihak yang mengawasi KPK agar tidak bertindak sewenang-wenang,” kata Kaligis di Bandung, Sabtu (7/12).

Buku tiga jilid tersebut sebagai referensi bagi pihak mencari keadilan akibat tindakan oknum KPK kebal hukum.

Dia mengatakan jika oknum KPK tersandung kasus tindak pidana maka pembelanya dengan ramai-ramai menyebut tindakan penyidik merupakan kriminalisasi.

Peluncuran buku tersebut dihadiri oleh sejumlah warga binaan LP Sukamiskin diantaranya mantan Menteri Agama, Surya Dharma Ali, Menteri ESDM, Jero Wacik, mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar, mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Demikian pula dihadiri mantan Ketua Komisi III DPR, Fahri Hamzah, anggota Komisi III lainnya Masinton Pasaribu dan Arteria Dahlan serta politisi Dewi Tanjung.

Namun buku tersebut merupakan yang ke-20 ditulis OC Kaligis di penjara Sukamiskin pascapenetapan dirinya sebagai terpidana sejak tahun 2015 oleh KPK.

Kaligis divonis tujuh tahun penjara dengan tuduhan memberikan suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dengan tersangka utama M. Yagari Bhastara Guntur alias Gery atas operasi tangkap tangan (OTT) KPK saat membela mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Baca juga: Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, KPK Undang Jokowi Hingga Rangkaian Acara

Sementara itu, Fahri Hamzah berharap kepada pemerintah untuk secepatnya melantik badan pengawas KPK agar tidak terjadi kesewenang-wenangan penyidikan terhadap dugaan pelaku tindak pidana korupsi.

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan saat ini pemerintah harus dapat menghentikan tindakan kesewenangan KPK yang bertindak bebas tanpa batas.

Kinerja oknum penyidik KPK pada langkah awal adalah menetapkan tersangka lalu kemudian dicari kesalahan dan dibuatkan bukti serta saksi, ini merupakan rekayasa hukum. (Ay/Antara)

DISKUSI: