Hong Kong, Liputanislam.com–Para pengunjuk rasa Hong Kong menerobos masuk gedung parlemen dan melakukan tindakan vandalisme masif pada Senin (1/7) siang.
Mereka mendorong troli untuk manembus gedung Dewan Legislatif Hong Kong setelah percekcokan besar dengan polisi anti huru hara. Mereka kemudian menghancurkan jendela dan memasuki gedung.
Di dalam gedung itu, para demonstran merusak foto pemimpin mereka, Carrie Lam, serta Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Mereka juga melakukan vandalisme dengan slogan-slogan politik di dinding dan lantai.
Menariknya, sejumlah demonstran ditemukan mengikat bendera Inggris di podium parlemen.
As protesters restate their demands, a British colonial flag – a symbol of protest – has been unfurled at the seat of the legislature's president.
👉 Story: https://t.co/j29mmBh2oW
👉 FB Live: https://t.co/2j6oUD0OiC
👉 In full: https://t.co/kmLJLFCnSX#antiELAB #hongkong #HK pic.twitter.com/GL7n9K2aDb
— Hong Kong Free Press HKFP (@hkfp) July 1, 2019
#UPDATE Protesters fix a British colonial flag to the Hong Kong parliament podium after they broke into the government headquarters on the 22nd anniversary of the city's handover from Britain to China. #HKprotests pic.twitter.com/C11ZPgzMCq
— AFP News Agency (@AFP) July 1, 2019
Menurut laporan, para pejabat Hong Kong telah mengeluarkan peringatan ‘Siaga Merah’ dan memerintahkan semua personel untuk mengevakuasi bangunan parlemen. Para pengunjuk rasa yang terlibat disebut sebagai pelaku “kekerasan ekstrem.” Akhirnya, mereka berhasil diusir dari gedung setelah tengah malam.
Multiple tear gas fired towards crowds. #antiELAB protesters retreating. pic.twitter.com/rHWbD4iXnH
— Rachel Cheung (@rachel_cheung1) July 1, 2019
Sebelum bentrokan, para demonstran berkumpul pada hari Senin dini hari pada peringatan 22 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Cina. Mereka memprotes RUU ekstradisi yang baru-baru ini disahkan lewat parlemen yang dianggap memberikan terlalu banyak wewenang untuk Beijing.
Meskipun pemerintah kota telah menangguhkan RUU tanpa batas waktu, para pengunjuk rasa tetap menuntut pengunduran diri Carrie Lam sebagai kepala eksekutif Hong Kong. (ra/rt)