Demo, Dua Mahsiswa Kendari Tewas Tertembak Peluru Tajam

0
312

Sumber: kumparan.com

Kendari, LiputanIslam.com– Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) tewas tertembak peluru tajam saat ikut demonstrasi menolak RUU KUHP dan UU KPK di Kota kendari. Dua mahasiswa itu bernama Randy dan Yusuf Kardawi.

Randy tertembak saat berada di depan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari. Randy sempat di rawat di RS Korem Kendari pada pukul 15.30, namun mengembuskan nafas terakhirnya pada pukul 15.44. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah Randy dilakukan autopsi di RS Abunawas Kendari.

Autopsi dilakukan dokter ahli forensik RS Abunawas Kendari, dr Raja Al Fatih Widya Iswara, MH (Kes), Sp.FM yang dimulai pukul 22.30 WITA Kamis (26/9), dan selesai pada pukul 02.30 WITA Jumat (27/9). Dokter al Fatih memastikan bahwa Randy tertembak peluru tajam. “Iya betul luka tembak. Nda bisa (diukur) karena tembus ke depan,” ucapnya.

Hal yang sama juga dialami Yusuf. Menurut pengakuan pihak keluarga ada lobang kecil yang terus mengeluarkan darah di bagian belakang Yusuf. Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal pada Jumat (27/9) menegaskan bahwa seluruh aparat kepolisian yang mengamankan aksi demontrasi tidak ada yang membawa senjata.

Baca: Presiden Pertimbangkan Akan Terbitkan Perppu KPK

“Semua jenis senjata diperintahkan tak dibawa saat pengamanan demo mahasiswa. Artinya tidak dibawa senjata itu. Apalagi menggunakan peluru karet dan peluru tajam,” tambahnya. (aw/detik/kumparan).

DISKUSI: