Washington, LiputanIslam.com—Ratusan warga Amerika turun ke jalanan di ibukota Washington D.C dan kota-kota lainnya pada Sabtu (4/1) untuk mengutuk serangan udara yang menewaskan komandan militer Iran, Qassem Soleimani. Mereka juga memprotes kebijakan pemerintah mereka yang menyebabkan ketegangan dengan Iran.

Di Washington sendiri, terdapat hampir 200 aktivis anti-perang berkumpul di depan Gedung Putih. Mereka berjalan beriringan menuju Trump International Hotel sambil membawa spanduk anti-perang dan meneriakkan yel-yel “No war on Iran.” “No justice, no peace. US out of the Middle East,”

Aktivis Brian Beckerdari Koalisi ANSWER dan aktris Jane Fonda berpartisipasi dalam aksi ini. Mereka menyebut Pentagon sebagai “instasi pengguna bahan bakar fosil terbesar di dunia.”

“Kita tidak bisa lagi kehilangan nyawa dan membunuh orang dan merusak lingkungan karena bahan bakar minyak dan fosil… itu bukan hanya melanggar hukum, moral, dan etika,” lanjut Becker.

Menurut penyelenggara, aksi ini berlangsung di 70 kota AS, termasuk New York,  Chicago, dan Los Angeles.

“Mengikuti aksi demo memang tidak banyak membantu, tetapi setidaknya saya bisa keluar dan mengatakan sesuatu: bahwa saya menentang hal ini,” kata seorang pengunjuk rasa bernama Steve Lane dari Bethesda, Maryland.

“Dan mungkin jika cukup banyak orang melakukan hal yang sama, dia (Trump) akan mendengarkan,” tambahnya.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa warga AS pada umumnya menentang intervensi militer AS di luar negeri. Tahun lalu, sebuah survei oleh Chicago Council on Global Affairs menemukan hanya 27% warga yang percaya intervensi militer membuat AS lebih aman. Hampir setengahnya menilai intervensi menyebabkan negara itu kurang aman. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*