Defisit Transaksi Berjalan di Atas 3 Persen, Chatib Basri: Itu Tak Masalah

0
141

Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia pada kuartal II 2019 mencapai 8,4 miliar USD atau 3,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).  Perlambatan ekonomi akan membayangi Indonesia seiring membengkaknya CAD.

Meskipun begitu, Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri menilai, CAD di atas 3 persen itu tidak masalah asalkan impor yang dilakukan untuk kepentingan pembangunan.

Baca: CAD Membengkak, Core: Kerjasama Bilateral Perlu Diperkuat

“Saya enggak kuatir dengan 3 persen. Karena kan orang bikin infrastruktur harus impor mau tak mau. Kalau anda mau kurangi CAD, stop impor ya enggak bisa bangun infrastrukturnya,” Chatib basri, Kamis (4/10).

Dia berpendapat, meski impor saat ini lebih tinggi dari ekspor, tapi tidak tidak masalah karena 90 persen impor Indonesia itu untuk menopang infrastruktur.

“Saya katakan CAD lebih dari 3 persen tidak apa-apa, karena 90 persen dari import kita itu barang modal dan bahan baku,” ucapnya.

Dia menerangkan, jika impor barang modan dan bahan baku ditunda, maka akan berdampak pada macetnya investasi.

“Karena kalau anda tahan impor, barang modal dan baku enggak masuk, maka investasi akan stop. Jadi pemerintah itu akan selalu terjebak di dalam pertumbuhan atau stabilitas,” ujarnya. (sh/cnbcindonesia/sindonews)

 

DISKUSI: