Defisit Daging Sapi Melebar, PPSKI: Target Swasembada Sulit Tercapai

0
148

Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menilai target swasembada daging sapi pada 2026 sulit tercapai. Pasalnya, defisit daging sapi pada 2020 diprediksi melebar.

Pada tahun depan, defisit daging sapi diperkirakan 294.617 ton atau meningkat dari tahun ini sebesar 281.681 ton. Dengan melebarnya defisit ini, kuota impor daging sapi terpaksa akan bertambah.

Ketua Umum PPSKI Tegus Boediyana mengatakan, pelebaran defisit menunjukkan bahwa kekurangan daging sapi akan terus meningkat. Untuk itu, dia mengaku tidak yakin swasembada akan tercapai.

Baca: Kementan: Stok Daging Cukup hingga Akhir Tahun

“Prognosis defisit yang sudah sampai di atas 290 ton itu mengingdikasikan bahwa kekurangan daging akan meningkat terus. Saya tidak yakin target swasembada daging sapi 2026 tercapai,” ujar dia, Selasa (24/12).

Dia mengungkapkan, pertumbuhan produksi daging sapi lokal dari tahun ke tahun tetap di sekitar angka 4 persen. Hal ini terlihat dari produksi daging sapi pada tahun depan sebesar 422.533 ton atau naik 4,4 persen dari target produksi tahun ini sebesar 404.590 ton.

“Dari dulu sampai sekarang, mau pakai program SIWAB kenaikan populasi ya sekitar itu aja,” kata dia.

Sementara itu, konsumsi daging sapi meningkat seiring penambahan jumlah penduduk dan meningkatnya daya beli. Pertumbuhan konsumsi tercatat sebesar 717.150 ton atau naik 4,5 persen dari 688.271 ton.

Selain itu, menurutnya, terdapat penurunan minat masyarakat Indonesia untuk menjadi peternak. Mayoritas peternak saat ini adalah generasi tua dengan kepemilikan sapi rata-rata 2-3 ekor per peternak.

Untuk tahun ini, kebutuhan daging diperkirakan mencapai 686.271 ton atau setara dengan 3,4 juta ekor sapi. sedangkan ketersediaan daging sapi hanya sebesar 404.590 ton. Untuk menutupi kekurangan ini, Indonesia harus melakukan impor. (sh/republika/indonesiainside)

 

 

DISKUSI: